SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kenaikan kasus baru Covid-19 di Jatim hingga tiga daerah dinyatakan status Zona Merah yakni Bangkalan, Ngawi dan Ponorogo membuat pimpinan DPRD Jatim berupaya ikut mendorong Pemprov Jatim melakukan langkah-langkah antisipatif dan masukan untuk melokalisir sebaran Covid-19 tidak semakin meluas ke seluruh wilayah Jatim.
Wakil ketua DPRD Jatim, Ahmad Iskandar menyatakan bahwa pimpinan DPRD Jatim mendorong Pemprov Jatim segera mendirikan rumah sakit lapangan minimal di setiap Bakorwil tanpa menunggu Zona Merah di Jatim semakin banyak.
Baca juga: Prokesra Tak Masuk APBD 2026, DPRD Jatim Minta Segera Dihidupkan Kembali
"Rumah Sakit Lapangan itu untuk merawat pasien tanpa gejala (OTG) atau yang gejalanya ringan, sehingga karantina mandiri bisa dikurangi dan korban yang meninggal bisa diminimalisir karena mendapat penanganan yang lebih optimal," kata politikus asal Partai Demokrat saat dikonfirmasi Kamis (24/6/2021) usai rapat pimpinan DPRD Jatim.
Selain pendirian Rumah Sakit Lapangan, lanjut Iskandar, DPRD Jatim juga mendorong vaksinasi dipercepat dan diperluas sehingga kekebalan komunitas (Herd Immunity) bisa segera terwujud.
"Kelompok masyarakat yang memiliki resiko tinggi tertular atau menularkan covid-19 perlu mendapat prioritas," harap pria asli Sumenep Madura ini.
Ia juga berharap masyarakat tidak terlalu mempersoalkan soal kebijakan pelonggaran jembatan Suramadu agar tidak timbul persoalan lagi permasalahan sosial akibat adanya diskriminasi penanganan Covid-19.
Baca juga: Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan
"Yang penting itu masyarakat mau mengikuti dan mentaati anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan. Gak mungkinlah pemerintah itu mempersulit rakyatnya. Solusi itu demi kebaikan bersama, yang penting pengawasan PPKM Mikro diperketat," pungjas Ahmad Iskandar. rko
Editor : Moch Ilham