Mantan Koki Kapal Pesiar yang Sukses Berbisnis Tahu Tuna

surabayapagi.com
Deni Hermanto dengan produk tahu tuna buatannya. SP/ PCT

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Deni Hermanto merupakan mantan koki kapal pesiar itu menjadi pengusaha tahu tuna yang sudah terkenal di Pulau Jawa. Melihat potensi Kabupaten Pacitan di bidang perikanan terutama ikan tuna yang  luar biasa membuat Deni semakin bersemangat dalam membangun bisnisnya tersebut.

Saat itu usaha tahu tuna mulai berdiri di sejumlah tempat. Awalnya, lulusan D3 Perhotelan dari salah satu lembaga pendidikan di Yogyakarta ini sempat ragu. Namun, peluang pun datang dari seorang kerabat yang memiliki rumah makan di Yogyakarta.

Baca juga: BRIN Lakukan Pemetaan Lapisan Karst, Pacitan Masuk Zona Rawan Sinkhole

Pengusaha itu meminta pasokan tahu tuna untuk memenuhi kebutuhan 3 restoran miliknya.Tahu tuna Deni makin dikenal. Sebagian pelanggan mengaku cocok dengan cita rasanya.

Permintaan pun terus bertambah. Bahkan untuk memenuhi tuntutan pasar, dia kini mempekerjakan 18 orang karyawan. Sebagian besar warga sekitar.

"Jadi dari total 120 bungkus yang kami kirim ke Jogja itu biasanya baru habis dalam 3 hari. Selama menunggu itu kami berhenti beroperasi," kata Deni.

Baca juga: Pantai Watu Bale Pacitan. Suguhkan Pemandangan Eksotis Pasir Putih dan Bebatuan Karang

Hingga saat ini sejumlah kota di Pulau Jawa menjadi pangsa pasar tetap produk tahu tuna karya Deni. Seperti Bekasi, Karawang, Bogor, Solo, dan Semarang. Sedangkan di Jawa Timur meliputi Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Blitar, Malang, Mojokerto, Sidoarjo, serta Malang. Bahkan, kulinernya itu sudah sampai Pulau Dewata, Bali.

"Sekarang ini produksi tiap hari rata-rata 1.200 bungkus. Bahan bakunya sekitar 1 kwintal ikan tuna," lanjutnya.

Bisnis dengan mengandalkan bahan baku ikan memang tak selamanya mulus. Saat musim badai pada September sampai April, banyak nelayan berhenti melaut. Akibatnya ikan tuna di pasaran langka. Untuk menutup kebutuhan, Deni terpaksa mengambil dari Pasuruan. Harganya pun tentu lebih mahal.

Baca juga: Sungai Maron, Amazon-nya Pacitan yang Menyihir Wisatawan dengan Pesona Alami

Kendala lainnya, hingga saat ini pengiriman produk olahan tuna masih mengandalkan angkutan bus dan travel. Cakupannya pun baru sebatas pulau Jawa. Deni berharap ke depan ada pengusaha ekspedisi yang membidik peluang tersebut. Sehingga pengiriman ke luar pulau dapat dilakukan dengan cepat.

"Insya Allah ada rencana bikin cabang di luar Jawa. Terutama untuk memenuhi kebutuhan di sana," pungkas Deni. Dsy6

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru