SURABAYAPAGI.com, Magelang - Ikhsanudin yang merupakan lulusan sarjana dan sempat menjalankan usaha bimbingan belajar (bimbel) selama empat tahun, ternyata lebih menyukai dunia Bertani dan budidaya, khususnya budidaya buah stroberi.
Dirinya mewujudkan impiannya dalam Bertani buah stroberi di kampung halamannya, di Dusun Pendem, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Baca juga: DPKP Pastikan Ketersediaan Pupuk Subsidi di Trenggalek Aman hingga Akhir 2026
Langkah demi langkah satu persatu mulai terwujud, Ikhsanudin pun bertekad menjadi petani stroberi organik. Sekaligus memasarkannya.
Ikhsanudin bertani dengan basis modern untuk tanaman stroberinya. Hal ini terlihat dari sistem pemberian nutrisi, pemupukan yang diakukan menjadi praktis dengan sokongan teknologi, dan green house.
Baca juga: Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen
Dia juga melakukan riset untuk mengembangkan stroberinya. Tanaman buah dengan masa tanam 60 hari hingga menghasilkan tersebut, mampu memberikannya cuan yang menggiuran.
Saat ini, Ikhsanudin mampu menjual stroberinya dengan harga Rp 70 ribu-Rp 80 ribu per kg. Pemasarannya melalui toko organik, serta memiliki reseller di Yogyakarta, Semarang, dan Solo.
Baca juga: Dongkrak Produktivitas Padi, Pemkab Situbondo Sediakan Drone Sprayer Gratis bagi Petani
Dalam sehari dia bisa memanen 5 kg per hari di lahan seluas 800 m2. Cuan yang diperoleh Ikhsanudin begitu menggiurkan.
“Saya berkeinginan menjadi petani yang dibutuhan negara. Apalagi Indonesia penduduknya sangat banyak. Butuh akan pangan. Pemuda harusnya mau bergerak di bidang pertanian," ujar Ikhsanudin. Dsy4
Editor : Redaksi