SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Rutan kelas II B Sumenep Madura mengalami overload. Kapasitas yang seharusnya hanya menampung 130 napi, tapi kini justru dihuni sebanyak 335 warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Sekarang kondisinya mengalami overload,” kata Kepala Rutan kelas II B Sumenep, Viverdi Anggoro pada Senin (9/8).
Baca juga: Madura Night Vaganza 2026 Jadi Etalase Program dan Inovasi Pembangunan Sumenep
Apakah jumlah napi yang overload tersebut akan dipindah, menurutnya sudah merencanakan pemindahan narapidana ke Rutan luar daerah yang bisa menampung.
Namun katanya, masih terkendala Covid-19 dan yang ditakutkan adanya penularan.
"Tapi kami antisipasi juga napi yang menjadi biang kerusuhan di Rutan dan akan dipaksakan pemindahan," ungkapnya.
Viverdi Anggoro mengatakan, untuk pemindahan narapidana terbagi menjadi tiga bagian. Yakni kepentingan pembinaan, keamanan serta karena adanya permintaan dari keluarga narapidana itu sendiri.
Baca juga: Bupati Sumenep Perhatikan Nasib Petani Tembakau, BPP 2026 Diminta Jadi Acuan Harga
Selain itu katanya, harus berdasarkan pertimbangan. Pengawalan, transportasi serta memilah narapidana yang harus dipindahkan ke lapas lain.
"Permintaan itu harus persetujuan pusat dan jika pihak keluarga menyanggupi biaya pemindahan, maka bisa diatur," katanya.
"Sementara untuk kepentingan pembinaan dan keamanan kapan saja bisa atur," tambahnya.
Baca juga: Kades Alas Malang Pelopori Pertanian Modern Bersama Mahasiswa KKN UNIB di Pulau Raas Sumenep
Editor : Moch Ilham