Resmikan Kafe Teras Workshop Surodinawan, Wali Kota Ning Ita Kulineran Mamin Inkubasi

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari meresmikan Kafe Teras Workshop, Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (12/4/2022) sore.

Kafe yang didirikan dengan memanfaatkan pelataran Gedung Workshop Alas Kaki Surodinawan ini bertujuan untuk memfasilitasi sejumlah pelaku UMKM dan wirausaha pemula inkubasi bidang kuliner.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Dalam sambutannya, Ning Ita sapaan akrab Walikota mengatakan  kafe teras workshop akan menjadi jujugan tempat kuliner baru di Kota Mojokerto yang menjajakan makanan dan minuman (mamin) olahan dari lulusan inkubasi wirausaha.

"Ini gagasan yang luar biasa dan istimewa, selama ini gedung workshop hanya digunakan untuk pelatihan pembuatan alas kaki. Namun tahun ini, pemanfaatan gedung ini kita maksimalkan juga untuk pemasaran produk-produk UMKM dan Inkubasi Kota Mojokerto," ujarnya.

Ning Ita berharap, kafe teras workshop dapat menambah deretan tempat representatif wisata kuliner di Kota Mojokerto. Selain itu juga dapat menjadi tempat mengais rejeki bagi lulusan inkubasi agar usahanya tetap eksis dan berkembang.

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP

"Ini sudah menjadi tekad kami untuk terus menghidupkan sektor UMKM. Kita akan fasilitasi agar sektor yang menjadi ujung tombak perekonomian Kota Mojokerto ini terus berkembang pesat," tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan ide gagasan pembuatan kafe teras workshop berasal dari Walikota Ning Ita. 

Saat itu, petinggi pemkot ini berharap agar lulusan inkubasi kuliner yang sudah mulai berproduksi dicarikan tempat strategis untuk berjualan.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

"Sebelumnya kita sudah fasilitasi mereka berdagang di rest area Gunung Gedangan dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada. Kini kita buka lagi di gedung workshop alas kaki karena kita lihat potensinya juga strategis untuk berjualan," ungkapnya.

Ani menjelaskan kafe ini mengusung konsep angkringan dan pujasera yang berjualan berbagai jenis makanan dan minuman tradisional serta kekinian.

"Yang favorit tadi ada jualan minuman rempah-rempahan dan jajanan serabi serta kue rangin. Juga ada berbagai makanan frozen food yang dibuat sendiri oleh jebolan inkubasi," pungkasnya. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru