Indra Bekti Rabu (28/12/2022) berulang tahun ke-45. Sejak Selasa (27/12/2022) malam hingga Rabu pagi rangkaian kejutan ulang tahun diterima Indra Bekti dari keluarga dan rekan kerja.
Baca juga: Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah
JAKARTA, Kontributor Erick & Ariel D.
Nah, Rabu (28/12/2022) pagi, Indra Bekti juga mendapat surprise dari teman-teman di lokasi siarannya. Tawa Indra Bekti mendapat kejutan berubah menjadi petakan saat sang presenter tak kunjung kembali ke meja siaran usai izin dari kamar mandi.
"Dari kemarin itu dia ada pekerjaan normal-normal saja. Baik-baik saja siaran, ada syuting video klip sampai malam pun masih aman-aman saja. Hari ini ulang tahun jam 12 udah sama keluarga, nggak tau apa tidur atau lanjut," jelas Roy, manajer Indra Bekti dalam tayangan Rumpi: No Secret, Rabu (28/12/2022).
"Pagi hari ada asisten yang nemenin siaran radio dikasih surprise juga. Mungkin perkiraan 7.30 dia mau ke toilet. Ke toilet pas mau balik sudah on air lagi kok (Bekti) nggak balik-balik," sambungnya.
Tim di lokasi siaran mengecek Indra Bekti ke toilet. Sudah dipanggil dan diteriaki, Indra Bekti tak juga bersuara. Ternyata Indra Bekti sudah tidak sadarkan diri.
"Diteriak-teriakin di kamar mandi nggak keluar. Kondisi Bektinya sudah pingsan. Langsung dibawa pakai ambulans ke rumah sakit di daerah dekat-dekat sini," jelas Roy.
Hingga berita ini naik cetak, Indra Bekti masih menjalani operasi. Operasi harus segera dilakukan karena Indra Bekti mengalami penyumbatan darah dan sudah terlalu banyak darah yang menggumpal.
"Dari dokter tadi penjelasannya ada penyumbatan pembuluh darah, ada pembengkakan di otak karena darahnya sudah menggumpal banyak di kanan kirinya. Dioperasi mau dikeluarin darah-darahnya dulu," katanya.
Roy mengatakan, seminggu terakhir ini Indra Bekti memang tidak enak badan. "Seminggu ini sakit terus, pusing terus, ini pusing terus, belum ada yang berat-berat sakitnya. Cuma dia kan loyal terhadap pekerjaan. Jadi, enggak mau izin, tetap kerja padahal mungkin butuh istirahat kali ya," tutur Roy.
Kena Batang Otak
Baca juga: Nasihat Buya Yahya untuk Pria Diduga Peselingkuh
Sementara itu, Indy Barends yang berada di rumah sakit mengungkapkan, Indra Bekti yang mengalami pecah pembuluh darah di kepala bagian kiri. "Jadi langsung dibawa pakai ambulans langsung dibawa ke IGD. Disampaikan bahwa pembuluh darah kepala sebelah kiri itu pecah, jadi sudah kena ke batang otak," ujar Indy Barends saat ditemui di RS Abdi Waluyo, Rabu (28/12/2022).
Indy menyebut bahwa rekan kerja terdekatnya itu tengah menjalani tindakan operasi. "Saat ini sudah dilakukan tindakan operasi, cuma ya mungkin nanti kalau sudah selesai dari rumah sakit yang mungkin akan menjelaskan secara medis," kata Indy Barends.
Sambil tersedu-sedu, Indy Barends meminta doa kesembuhan untuk Indra Bekti. "Jadi paling tidak pada saat ini cuma minta doanya, di ulang tahun Bekti ini Indra Bekti bisa sembuh," ujar Indy Barends.
Presenter berusia 50 tahun tersebut meminta agar semua tidak membuat berita yang simpang siur soal kondisi Indra Bekti. "Jadi mudah-mudahan operasinya berjalan lancar semua, Bekti bisa kembali pulih," ungkapnya.
Untuk diagnosis penyakit Indra Bekti, Indy Barends belum bisa mengungkapkan karena yang lebih tepat bicara pihak rumah sakit. "Untuk diagnosanya keputusan Bekti sakit apa aku enggak berani menyampaikan, cuma pada saat ini bekti mengalami pecah pembuluh darah di otak ya," tutur Indy.
Stroke
Baca juga: Nikita Mirzani, Saat di PN Tersenyum, Kini Dipidana 6 Tahun
Terpisah, menurut spesialis bedah saraf Primaya Hospital, dr Rudy Yunanto, SpBS, perdarahan otak seperti yang dialami Indra Bekti memang bisa menyebabkan penderitanya pingsan atau tidak sadarkan diri. Rudi mengatakan hal ini bisa terjadi karena adanya kerusakan di bagian otak.
"Pingsan atau tidak sadar, bisa terjadi. Itu bisa dipicu karena adanya kerusakan pada bagian-bagian penting dari otak," kata dr Rudi, Rabu (28/12/2022).
"Bisa juga karena tertekan atau terdesaknya otak oleh bekuan darah," sambung dia.
Untuk mencegah ini terjadi, dr Rudi menyarankan untuk rutin mengontrol tekanan darah hingga pengecekkan darah. "Kontrol tekanan darah, rutin cek darah (seperti gula, kolesterol, asam urat, status pembekuan darah, kekentalan darah, periksa apakah ada kelainan pembuluh darah dan CT angiografi atau MR angiografi ataupun DSA," pungkasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama dari RSPON, dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS menjelaskan pendarahaan darah di otak adalah satu dari dua jenis stroke. Jenis stroke lainnya adalah penyumbatan pembuluh darah.
"Umumnya 70 persen pasien stroke pendarahan mengeluhkan sakit kepala. Sebagian besar 60 persen diikuti penurunan kesadaran, jadi pasiennya tidak sadar. Ada gejala lain misal kelemahan anggota gerak umumnya satu sisi. Ada juga yang mengalami kejang, banyak lagi gejala lain," terang dr Mursyid. jk/erk/rw/ril
Editor : Moch Ilham