Kegiatan Memasak di Dapur Dapat Dijadikan Terapi Emosional dan Psikologis

surabayapagi.com
Illustrasi kegiatan memasakn di dapur bersama keluarga tampak seru dan menyenangkan. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kondisi dan penyebab stres setiap orang berbeda-beda, serta cara mengatasinya pun juga berbeda. Namun, kebanyakan orang akan memilih untuk berlibur keluar rumah atau bahkan luar kota. Padahal ada hal sederhana lain yang dapat dilakukan dirumah untuk mengatasi stres tersebut.

Salah satunya yaitu dengan melakukan kegiatan memasak di dapur juga termasuk terapi kesehatan jiwa. Hal tersebut didefinisikan sebagai Cooking Therapy (terapi memasak) oleh beberapa ahli 

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Teknik terapi yang menggunakan seni memasak, keahlian memasak, dan hubungan pribadi, budaya, dan keluarga individu dengan makanan untuk mengatasi masalah emosional dan psikologis.

Sementara itu, menurut Viska Erma Mustika Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, aktivitas memasak memungkinkan seseorang terbiasa untuk berinteraksi dengan berbagai jenis makanan.

Sehingga terbangun pula kesadaran akan makanan yang dimakan, baik dari nutrisi maupun higienitas makanan.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

“Ketika makanan yang dikonsumsi lebih sehat, dampaknya orang akan lebih sehat. Secara biologi, ini akan meningkatkan produksi hormon kebahagiaan (khususnya serotonin) sehingga muncul efek bahagia,” ujar Viska, Minggu (16/07/2023).

Viska menyebut, ketika memasak secara tidak sadar kita dipaksa untuk menggunakan seluruh indera pada saat itu juga. Mulai dari persiapan memasak sampai dengan masakan disajikan.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

“Di psikologi ini disebut dengan mindfulness, yakni momen di mana diri kita fokus pada kondisi saat ini (here and now), bukan pada masa lalu atau masa depan yang seringkali menjadi pemicu kebanyakan kecemasan dan stres terjadi,” ujarnya.

Tak hanya itu, memasak juga bisa dijadikan sebagai proses pembentukan perilaku anak-anak. Anak akan belajar bahwa makanan yang dimakannya ternyata perlu proses yang panjang untuk menjadi makanan yang bisa dimakan. “Hal ini akan memantik empati anak, yang kemudian memantik munculnya rasa tanggung jawab dan kemandirian,” terangnya. dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru