Puluhan ODGJ di Ngawi Adu Gaya Fashion di Peragaan Busana

surabayapagi.com
ODGJ yang fashion show di Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LSK) Rehabilitasi Jiwa Assifa di Dusun Brejing Desa Cepoko Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-19 LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa, sebanyak puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Brejing, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi tampil modis dan stylish di peragaan busana atau fashion show.

Pagelaran fashion show tersebut tak hanya menampilkan busana yang dikenakan, sejumlah ODGJ ada yang memakai kostum pakaian tradisional hingga kostum Camat. Mereka berlenggak-lenggok di catwalk dengan percaya diri. Sebagian ada pula yang melakukan koprol. Saat pentas seni pun, mereka mengikuti irama musik dan menari dengan ceria.

Baca juga: Petani Cabai di Ngawi Rugi Besar, Harga Anjlok Diterjang Hujan Deras

Acara dimulai dengan jalan sehat melibatkan pasien ODGJ yang sudah dinyatakan stabil bersama warga sekitar. Kemudian, ada pula pentas seni pada ODGJ. Acara terakhir yakni fashion show pada ODGJ.

“Saya ini pakai kostum khas Madura untuk menampilkan tari Kacong dan Fashion Show. Latihannya sudah dua bulan. Ini saya sudah dinyatakan sembuh, sudah boleh pulang tapi saya ingin di sini saja,” kata Nur Rohim, salah seorang pasien ODGJ, Senin (14/08/2023).

Selain Nur Rohim, ada pula Arif Budi Susilo ikut memperagakan busana dengan seragam mirip pegawai negeri sipil (PNS). Lengkap dengan buku besar. Dia mengaku memakai kostum camat.

Baca juga: Wisata Waduk Pondok Ngawi, Simbol Harmoni Antara Alam dan Teknologi

“Ini Fashion Show pakai baju camat. Kebetulan saya tadi ketemu langsung sama Pak Camat Ngrambe Kusnu Heri Purwanto. Tadi juga sudah dikasih sangu. Saya dari Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah,” kata Arif.

Terpisah, Penanggung Jawab LSK Assifa Dimas Saputro mengatakan jika acara itu memang dipersiapkan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI sekaligus hari jadi LSK Assifa yang sudah 19 tahun.

“Persiapannya sudah sejak dua bulan. Totalnya puluhan orang ODGJ yang sudah stabil kondisinya. Kami arahkan terus sejak dua bulan lama-lama hafal sendiri harus menampilkan bagaimana. Ada dua gurunya yang mengajari,” kata Dimas.

Baca juga: Srambang Park Ngawi, Surga Alam Pegunungan dengan Air Terjun dan Spot Foto Instagenic

Pun, saat ini masih ada 200 orang ODGJ yang menjalani perawatan. Sebanyak 52 orang lainnya sudah dirawat jalan. Sementara, sisanya masih menjalani rehabilitasi di LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa.

“Selain itu,dengan acara ini bisa memberikan motivasi agar yang lain bisa sembuh. Yang diikutkan acara bisa lebih ceria sehingga bisa benar-benar sembuh,” katanya. ngw-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru