Tingkatkan Kesejahteraan Karyawan Selepas Pensiun, Sampoerna Gagas Program HOPE

surabayapagi.com
Santik Andayani, salah satu peserta Program HOPE yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna).

SurabayaPagi, Surabaya - Guna mempersiapkan masa pensiun bagi para karyawannya, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggagas program Help, Overcome, Prepare, Energize (HOPE).

HOPE merupakan sebuah program yang diluncurkan oleh Sampoerna pada tahun 2019. Melalui program ini, para karyawan yang memasuki usia pensiun akan dibekali pelatihan dan pengembangan si bidang keuangan dan kewirausahaan. 

Melalui HOPE, Sampoerna berharap program ini dapat membekali karyawan dengan kemampuan mengatur keuangan pribadi dan keluarga dengan baik.

Tak hanya itu, program HOPE juga digagas oleh Sampoerna bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka selepas pensiun.

Program HOPE ini digelar oleh Sampoerna secara offline dan online. Nantinya para peserta dapat memilih empat kategori program sesuai minat dan bakatnya, yaitu Food & Beverage, perdagangan, jasa, dan pertanian.

Pada program ini, terdapat lebih dari 30 kelas kewirausahaan yang dapat diikuti peserta, termasuk pelatihan kewirausahaan bidang kuliner, katering, jasa binatu, dan lainnya. 

Salah satu keunikan program yang meraih penghargaan "Pelatihan Kewirausahaan dan Finansial kepada Karyawan dan Keluarga Karyawan Terbanyak" dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini adalah para peserta akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Usaha mereka akan dipantau oleh mentor. Peserta pun dapat berkonsultasi terkait tantangan yang mereka alami selama menjalankan usahanya.

Salah satu karyawan tersebut adalah Ragilia. Ia merupakan karyawan sigaret kretek tangan (SKT) yang memasuki masa pensiun. 

Pada tahun 2020, ia mengikuti pelatihan di bidang perdagangan sebagai bagian dari Program HOPE. Melalui program ini, Ragilia dan para peserta lainnya dibekali berbagai pelatihan dan pengembangan, khususnya di bidang keuangan dan kewirausahaan.

“Sebelumnya, omzet saya hanya Rp 650.000 setiap bulan, Saat ini, saya mampu membuka toko offline dan berjualan online. Kini, omset saya mencapai Rp 20 juta setiap bulan dan followers saya bertambah,” ujar Ragilia yang mulai merasakan manfaat dari pemasaran daring ini. 

Hal yang sama diakui oleh Buami, yang juga pelinting SKT. Ia mengikuti Program HOPE pada tahun 2020. 11. Ketika pertama kali mengikuti program ini, Buami mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mengikuti materi pelatihan daring (online) melalui layar ponselnya. Kendati demikian, Buami mendapatkan dukungan penuh dari putrinya.

Keduanya menyiasatinya dengan cara mendokumentasikan berbagai materi pelatihan dalam sebuh buku besar. Selanjutnya, Buami mengulang materi pelatihan dengan membacanya di buku besar tersebut. 

Berkat pelatihan ini, Buami mengaku berhasil mewujudkan mimpi putrinya untuk menempuh pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

"Saya merasa terbantu berkat pelatihan-pelatihan yang disediakan oleh Program HOPE," ujar Buami optimis.

Dalam program ini, keberhasilan para peserta dalam menjalankan usahanya diukur berdasarkan beberapa aspek, seperti mampu menabung minimal 10 persen dari pemasukan, memiliki dana darurat, bisa memulai investasi, serta mengurangi utang.

Sementara itu, di bidang kewirausahaan, para peserta Program HOPE dianggap berhasil ketika mampu mencatatkan peningkatan penjualan minimal 10 persen.

Keunikan lainnya, Sampoerna mengizinkan anggota keluarga para peserta program untuk turut serta dalam Program HOPE. Hal ini bertujuan agar para anggota keluarga dapat memotivasi peserta program untuk lebih bersemangat dalam mengembangkan usahanya selepas pensiun.

Tak hanya itu, para peserta juga akan bergabung ke dalam komunitas Jejaring Tiga Tangan. Komunitas ini merupakan wadah para peserta Program HOPE. Dengan demikian, mereka dapat saling berjejaring/berkolaborasi satu sama lain sehingga dapat berkembang bersama-sama.

Program HOPE ini juga diharapkan dapat turut mendukung upaya pemerintah dalam memajukan ekonomi melalui pengembangan UMKM serta pembukaan lapangan pekerjaan. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru