SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Pelaksana IMF mengapresiasi Indonesia karena kemampuan Indonesia dalam menekan inflasi serta membangun pertumbuhan ekonomi.
Momen pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta Senin 4 september lalu diunggah oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Baca juga: TPID Kota Malang Siapkan Langkah Antisipasi Inflasi Jelang Ramadhan 2026
Dalam unggahan media sosial Instagram tersebut, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), menyampaikan menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia adalah sumber harapan.
"Managing Director IMF bahkan mengatakan bahwa ASEAN is a bright spot di tengah situasi dunia yang sulit dan Indonesia dikatakan sebagai source of joy, source of hope," ungkapnya
Ia juga menambahkan bahwa ini dapat memberikan pelajaran bagi negara-negara berkembang.
Baca juga: Disperindag Magetan Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga Pangan saat Nataru
"Dan ini juga memberikan pelajaran juga bagi negara-negara berkembang, kalau Indonesia bisa maka negara berkembang lain juga harus bisa," tambahnya.
Adapun sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu Presiden Bank Dunia Ajay Banga beserta delegasi di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/9/2023). Pada pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan sejumlah isu untuk dibahas bersama dengan Presiden Banga, termasuk soal reformasi sistem keuangan global.
Baca juga: BPS Catat Inflasi Kota Madiun Dipicu Kenaikan Harga Komoditas Hortikultura
Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan negara berkembang lainnya menaruh harapan kepada Bank Dunia untuk bisa mewujudkan sistem keuangan yang lebih adil.
"Saya yakin Presiden Banga menyadari berbagai kritik pada Bank Dunia, termasuk oleh Sekjen PBB terkait kurangnya perhatian pada kepentingan negara berkembang. Indonesia dan negara berkembang lain menaruh harapan besar kepada Anda untuk mewujudkan sistem keuangan global yang lebih adil bagi semua, terutama bagi negara berkembang," kata Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin (4/9/2023). jk-02/Acl
Editor : Redaksi