2 Kapal Nelayan Karam, 8 ABK dalam Pencarian

surabayapagi.com
Petugas saat mengevakuasi salah satu korban. SP/Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kecelakaan laut di pesisir Pantai Selatan, tepatnya di Pantai Gayasan wilayah Kecamatan Wonotirto Kab Blitar terjadi pada Kamis (7/9) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Kecelakaan tersebut menimpa kapal nelayan KM Mandala Prigi dan KM Fadilah. Untuk KM Mandala bermuatan 15 ABK, sementara KM Fadillah sebanyak 8 ABK, keduanya merupakan satu team Kapal Mandala Prigi. 

Baca juga: Bhabinkamtibmas Polsek Gandusari Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sunardi (40) salah satu korban selamat menerangkan, bahwa rombongan dua kapal nelayan tersebut berangkat dari Pantai Prigi Trenggalek pada Rabu petang (6/9) menuju ke Pantai Gayasan Tambakrejo wilayah Blitar Selatan.

Tenggelamnya kapal nelayan asal Trenggalek itu menurut Kapolsek Wonotirto AKP Supriyadi SH pada wartawan, bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pantai Gayasan adanya kapal tenggelam di pantai.

Baca juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Blitar Kota Pimpin Bhakti Sosial Bedah Rumah Warga

"Benar kami menerima laporan dari warga sekitar Pantai Gayasan Kamis (7/8) pukul 07.50, adanya korban kapal pecah dengan beberapa korban, yang selamat minta tolong ke warga di tepi pantai, dan di teruskan ke kita, pagi ini kita bersama team dan warga lakukan evakuasi dan segera lakukan pertolongan para korban, untuk jumlah korban sekitar 23, dan 8 orang masih dalam pencarian yang 15 dalam perawatan di Puskesmas Desa Gawang," ungkap AKP Supriyadi pada wartawan.

Sementara Sunardi menjelaskan pada warga dan petugas saat dirawat di puskesmas setempat, dirinya dan ke 23 orang nelayan Prigi berangkat dari Prigi pada Rabu (6/9) sekitar pukul 16.00, guna mencari ikan dengan dua kapal.

Baca juga: Peringati HLUN 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Lansia PC Muslimat NU Kota Kediri Nikmati Bepergian dengan Kereta Api

"Saya dan 15 teman berada di perahu Mandala Prigi, sedang yang 8 teman saya naik perahu kayu KM Fadillah berukuran sedang untuk melakukan pencarian ikan, setelah selesai cari ikan, malam itu saya dan teman teman akan balik ke Trenggalek, beberapa saat cuaca mendung gelap dan ombak besar datang dan angin besar, setelah terombang ambing, kapal menghantam batu pantai dan pecah, juga perahu yang berisi ikan sekitar setengah ton pecah, dan langsung saya dan teman lainnya mencari selamat," tutur Sunardi saat dirawat di Puskesmas.

Untuk yang dinyatakan hilang belum ditemukan ada 8 orang, kapal depan (KM Mandala) 4 ABK, dan 4 ABK dari KM Fadillah, kini masih terus dilakukan pencarian oleh petugas dan warga sekitar. Les

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 06 Jul 2026 23:41 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:43 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:47 WIB
Berita Terbaru