SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony terus konsisten dalam melakukan edukasi seluruh elemen tentang budaya Jawa, khususnya aksara.
Bahkan Ia juga sempat memberikan masukan pada Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim untuk memakai aksara Jawa di kantor-kantor pemerintahan.
Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli
Hasilnya, Pemkot Surabaya mengeluarkan surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya nomor 000/20389/436.7.17/2023 pada 19 September lalu. Di edaran itu, jajaran perangkat daerah diimbau untuk mencantumkan penulisan dari latin ke aksara Jawa di masing-masing nama OPD.
Berhasil di satu langkah, AH Thony melanjutkan langkah lainnya. Yakni dengan memberikan edukasi langsung pada generasi muda.
Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan
Setelah kedatangan BLM Fakultas Hukum UPN Veteran Surabaya, ia juga membuka kesempatan untuk rombongan mahasiswa atau kelompok lain untuk datang.
AH Thony juga menyadari bahwa di sekolah-sekolah tingkat SMP atau SMA tak banyak yang terus memberikan bidang studi Bahasa Jawa. Sehingga banyak generasi muda yang kurang memahami aksara.
“Maka dari itu, kami dari dewan akan terus mengawal edukasi aksara ini ke generasi muda agar budaya asli Jawa tak luntur. Apapun caranya,” pungkas Thony, Selasa (31/10/2023).
AH Thony juga mendorong penggunaan tulisan aksara di kawasan tempat usaha. Menurutnya tulisan, aksara Jawa, akan menjadi ramai, ketika toko-toko di mall, bahkan pasar tradisional, kemudian deretan tempat usaha dipinggir jalan, juga memakai tulisan aksara Jawa. Alq
Editor : Desy Ayu