SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Konflik antara Palestina dan Israel berimbas pada boikot produk-produk perusahaan yang mendukung Israel tersebut. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Parlemen Turki menghapus produk Coca Cola dan Nestle dari restoran pada Selasa (07/11/2023).
Penghapusan (boikot) produk tersebut lantaran Coca Cola dan Nestle diduga ikut mendukung perusahaan untuk Israel di tengah konflik di Gaza. Namun, hingga saat ini pihak Coca Cola dan Nestle tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Penyiram Air Keras Aktivis KontraS, Divonis Khianati TNI
“Diputuskan bahwa produk-produk perusahaan yang mendukung Israel tidak akan dijual di restoran, kafetaria, dan kedai teh di parlemen,” menurut pernyataan, Rabu (08/11/2023).
Sumber di parlemen mengatakan minuman Coca-Cola dan kopi instan Nestle adalah satu-satunya merek yang dihapus dari menu dan diambil sebagai jawaban atas permintaan masyarakat.
Keputusan itu pun juga diambil oleh ketua parlemen Numan Kurtulmus dengan tidak menyebutkan nama-nama perusahaan.
Baca juga: Perdana Tahun Ini, Indahnya Fenomena Gunung Bromo Berselimut Salju
“Kantor Ketua Parlemen tidak tinggal diam terhadap kemarahan masyarakat dan memutuskan untuk menghapus produk perusahaan-perusahaan tersebut dari menu kafe dan restoran di Parlemen,” kata sumber tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Turki mengecam keras genosida dan pembantaian Israel terhadap Gaza dan mengecam dukungan Barat terhadap Israel.
Baca juga: Suara Gemuruh dan Bau Amoniak Diduga dari Pabrik Petrokimia Gresik Bikin Warga GKB Resah
Diketahui, dalam sebulan terakhir, pejabat kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10 ribu warga Palestina, termasuk sekitar 4.100 anak-anak.
Bahkan, hingga kini sebanyak ratusan ribu warga Turki turun ke jalan untuk memprotes operasi Israel di Gaza selama sebulan terakhir, serta protes di media sosial. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu