Ramai-ramai Aksi Boikot, UMKM Lokal Siap Gantikan Produk Pro Israel

surabayapagi.com
Ilustrasi para UMKM lokal yang mempromosikan produk andalannya. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Masyarakat Indonesia ramai-ramai serentak melakukan aksi boikot produk yang berkaitan dengan Israel imbas kesadisannya yang mengakibatkan banyak ribuan korban jiwa hingga wanita dan anak-anak di Palestina.

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumandiri) mengharapkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa mengambil peluang di tengah maraknya boikot terhadap produk-produk pro Israel atau merek yang terafiliasi dengan negara tersebut. 

Baca juga: OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

“Posisi pelaku UMK di kelas pedagang UMK, saya berharap bisa mengambil peluang atau momentum atas kekosongan produk sejenis yang sedang marak diboikot,” kata Ketua Umum Akumandiri Hermawati Setyorinny.

Disatu sisi, Deputi Bidang UKM Kemenkop Hanung Harimba Rachman menegaskan, berbagai produk UMKM sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Tanah Air. Terlihat lantaran produk-produk yang ada mayoritas merupakan produk dengan daya beli menengah ke atas, seperti barang elektronik, produk bayi, makanan, minuman, dan lainnya. 

Sementara, untuk produk-produk yang menonjol seperti HP, makanan minuman, perlengkapan bayi, dan lainnya kebanyakan merupakan produk yang telah terbeli sebelumnya sehingga kebutuhan untuk membeli baru tidak banyak. 

Baca juga: Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Meski begitu Hanung mengatakan, sampai saat ini pemerintah tidak memboikot produk atau bahan baku apa pun. "Dalam konflik ini, jangan sampai negara kita rugi," kata Hanung.

Ia melanjutkan, UMKM mudah beradaptasi dengan keadaan apa pun. Kemenkop, sambung dia, juga selalu mendorong pelaku usaha agar dapat mengambil peluang pasar. 

"Kalau ada peluang mereka bisa isi. Asal tidak diganggu-ganggu saja," kata Hanung, Selasa (14/11/2023).

Baca juga: Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Lumajang Integrasikan UMKM dengan Digitalisasi dan Hilirisasi

Dilansir laman BDS Movement, ada beberapa produk yang diboikot karena terlibat dengan Israel. Meliputi semua merek produksi Unilever, P&G, McDonals, Burger King, dan sebagainya. 

Produk-produk ini merupakan merek dagang yang terkena seruan boikot di media sosial X dan TikTok. Kendati begitu, belum ada konfirmasi lebih lanjut apakah produk ini merupakan buatan Israel dan berafiliasi dengan Israel. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru