SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Desa Wisata Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto bakal memiliki logo untuk dipergunakan sebagai media promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).
Hal itu diwujudkan melalui kerja sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).
Direktur Industri Kreatif Fesyen, Desain, dan Kuliner Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu mengatakan tim Kemenparekraf dan ADGI sudah melakukan kunjungan ke Desa Ketapan Rame selama 6 hari.
Tujuannya untuk membuat logo yang nantinya bisa dipergunakan sebagai media promosi parekraf.
"Hari ini kita dengar presentasi dari tim ADGI terkait tiga lpgo yang dihasilkan. Besok kita pilih satu yang terbaik," ujar Yuke ditemui di lokasi wisata Sumber Gempong, Desa Ketapan Rame, Trawas, Selasa (14/11/2023).
Ia menjelaskan, logo ini nantinya digunakan sebagai branding untuk membantu pengembangan desa wisata Ketapan Rame agar lebih mempunyai nilai tambah lagi.
"Kita berharap, melalui kolaborasi dengan ADGI ini, Desa Wisata Ketapanrame bisa semakin dikenal oleh wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, dan menjadi destinasi wisata pilihan di Jawa Timur," cetusnya.
Yuke menambahkan, desa Ketapanrame menyabet penghargaan Desa Wisata Terbaik 2023 dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Desa ini menjadi yang teratas dari 75 desa yang masuk dalam daftar nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum ADGI, Ritchie Ned Hansel mengatakan, keberadaan logo baru ini nantinya bisa memperkuat pemikiran warga Desa Wisata Ketapanrame untuk terus mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya.
"Logo ini adalah bussines branding untuk membantu ketapan rame bisa bersaing di market yang lebih luas lagi," ujarnya.
Harapannya dengan desain logo tersebut, bisa mengeluarkan potensi- potensi value desa ketapan rame. "Agar bisa lebih kompetitif ketika berpromosi dan akhirnya bisa menarik banyak wisatawan," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi