Hilirisasi Sektor Pertambangan Diharapkan Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

surabayapagi.com
Harita Nickel menjadi perusahaan nikel pertama yang menghasilkan produk hilirisasi berkat pengadaan Smelter di Kawasan Industri Pulau Obi. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tokoh pemuda sekaligus Calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), A Ikram Rifqi, mendukung kebijakan pemerintah terkait hilirisasi industri sebagai katalis penting Indonesia maju 2045.Menurutnya, praktik pertambangan berkelanjutan harus menjadi perhatian.

Dirinya pun juga turut mengajak anak muda ambil peran mengkritisi sekaligus mengawal pertambangan lewat aksi nyata. Misalnya, dengan menyiapkan bibit pohon lalu turut menanamnya. Cara ini bisa membangkitkan kesadaran soal lingkungan dan mendorong inovasi di kalangan pemuda.

"Indonesia tak boleh terjebak hanya mengejar nilai tambah produksi. Sebab yang tak kalah penting, yakni menerapkan praktik pertambangan ramah lingkungan," kata Ikram, Rabu (29/11/2023).

Lebih dari itu, ia menegaskan urgensi keterlibatan politik (political engagement) yang aktif dan berkelanjutan dari warga, khususnya anak muda. Bukan sekadar saat pemilu, melainkan juga dalam advokasi dan mempengaruhi kebijakan sehari-hari. 

"Pemahaman mendalam tentang kebijakan serta advokasi dan pengaruhnya jauh lebih efektif untuk menopang kesejahteraan masyarakat," tegas Ikram.

Untuk mengatasi keterbatasan partisipasi politik yang kerap tidak mendalam, Ikram mengusulkan peningkatan kolaborasi antardaerah. Menurutnya, kerjasama antar pemerintah daerah ini bisa jadi solusi agar kebijakan publik lebih pro-kesejahteraan.

"Lewat kolaborasi, pemerintah lokal dapat saling mendukung dalam pencapaian tujuan bersama, termasuk kesejahteraan masyarakat," papar Ikram. 

Selain itu, kolaborasi daerah juga membuka peluang pertukaran pengalaman dan inovasi yang dapat meningkatkan efektivitas serta efisiensi pelaksanaan kebijakan. Lebih dari itu, ikatan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat pun semakin kuat.

Melalui kerja sama lintas daerah, kebijakan publik dapat dirumuskan lebih cepat dan tepat sasaran. Selain itu, implementasinya pun jauh lebih mudah karena didukung sejumlah daerah secara bersamaan. Pertukaran pengalaman dan sumber daya antardaerah pun memacu inovasi.

Menurut Ikram, selain kolaborasi daerah, keterlibatan politik yang lebih aktif dan berkelanjutan dari warga negara juga penting. Terutama bagi anak muda, bukan hanya saat pemilu, namun juga dalam advokasi dan mempengaruhi kebijakan sehari-hari.

Di sinilah gagasan untuk mengajak anak muda menyiapkan bibit pohon dan menanamnya menjadi sangat relevan.

"Menanam pohon dapat menjadi metafora bagaimana kebijakan publik perlu dibangun dengan tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen jangka panjang yang tinggi," tambahnya. jk-04/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru