SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Istana Buckingham Pada Selasa (06/02/2024) mengonfirmasi kondisi kesehatan Raja Charles (75) yang kini didiagnosa mengidap kanker dan tengah menjalani pengobatan. Pihak Istana juga berharap untuk kembali bertugas penuh waktu sesegera mungkin.
Pengungkapan kanker ini muncul setelah Charles menghabiskan tiga malam di rumah sakit bulan lalu. Kanker ini terdeteksi saat Raja menjalani pengobatan pembesaran prostat baru-baru ini.
Ia juga akan mengurangi perjalanan luar negeri, yang biasanya ia lakukan untuk mempromosikan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan negara-negara lain.
“Tidak ada rincian lebih lanjut yang dibagikan pada tahap ini, kecuali untuk memastikan bahwa Yang Mulia tidak menderita kanker prostat. Sepanjang periode ini, Yang Mulia akan terus menjalankan urusan negara dan dokumen resmi seperti biasa,” kata pihak istana, Selasa (06/02/2024).
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
Meski demikian, Raja Charles III tetap akan melanjutkan peran konstitusionalnya sebagai kepala negara, termasuk urusan administrasi dan pertemuan pribadi.
“Yang Mulia tetap bersikap sepenuhnya positif mengenai perawatannya dan menantikan untuk secepatnya kembali bertugas di hadapan publik,” kata Istana Buckingham.
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
Para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Rishi Sunak, Pemimpin Partai Buruh Sir Keir Starmer, dan Ketua Dewan Rakyat Sir Lyndsay Hoyle, mengirimkan ucapan semoga lekas sembuh dan dukungan mereka kepada Raja Charles III.
Salah satunya, Rishi Sunak Perdana Menteri Inggris menyampaikan harapan terbaiknya kepada sang Raja di platform X. “Saya yakin dia akan kembali ke kekuatan penuhnya dalam waktu singkat dan saya tahu seluruh negeri akan mendoakan yang terbaik untuknya,” katanya. sb-04/dsy
Editor : Desy Ayu