SURABAYAPAGI.COM, Pacitan - Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan stok atau sediaan beras di pasaran daerah itu aman untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat daerah itu selama Ramadhan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso usai pihaknya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah pasar tradisional dan gudang Bulog di Kabupaten Pacitan, Sabtu (2/3).
Baca juga: BRIN Lakukan Pemetaan Lapisan Karst, Pacitan Masuk Zona Rawan Sinkhole
"Bulog juga sudah melakukan distribusi beras SPHP pada tujuh pasar di Kabupaten Pacitan sehingga lonjakan harga (beras) cukup terkendali," kata Sugeng.
Penjualan beras SPHP efektif mempengaruhi harga beras jenis lain yang kini tertahan di Rp13.500-Rp14 ribu per kilogram.
Beras SPHP yang masuk kelas medium dijual di kisaran Rp54,5 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram di tingkat pengecer.
Bulog saat ini memiliki cadangan beras mencapai 630 ton yang diyakini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat untuk 2-3 bulan ke depan.
Baca juga: Pantai Watu Bale Pacitan. Suguhkan Pemandangan Eksotis Pasir Putih dan Bebatuan Karang
"Ini musim tanam mundur. Seharusnya musim tanam itu pada Oktober sampai November. Tapi kenyataannya di Pacitan baru menanam pada Januari," katanya.
Sehingga, kata dia, ketika musim tanam di Januari, panen juga ikut mundur. Jika sesuai prediksi musim panen pada Maret akhir sampai April.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan, Acep Suherman mengaku bahwa pedagang yang mendapatkan distribusi beras SPHP total ada sebanyak 107 pedagang.
Baca juga: Sungai Maron, Amazon-nya Pacitan yang Menyihir Wisatawan dengan Pesona Alami
"Pasar Minulyo itu ada 20 pedagang, Pasar Arjowinangun 22 pedagang. Dan lainnya di pasar-pasar kecamatan. Total 107 pedagang,” tegas Acep.
Dia menjelaskan bahwa masing-masing pedagang mendapatkan dua kali pengiriman dengan jadwal Senin dan Selasa atau Kamis dan Jumat. Pc-01/ham
Editor : Moch Ilham