Pastikan Suplai Listrik Aman Selama Ramadhan, PLN UIT JBM Rutin Lakukan Security Awareness dan Refreshment

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus berkomitmen dalam memastikan kondisi sistem kelistrikan aman dan andal untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan.

Dalam mewujudkannya diperlukan langkah dari berbagai lini, termasuk pada pengamanan lokasi sebagai lokasi obvitnas (objek vital nasional). 

Baca juga: Dukung Pembangunan Inklusif, PLN UIT JBM Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat dan Batik Eco Print di Probolinggo

Penguatan sistem keamanan di lokasi kerja dilakukan UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Surabaya melalui Security Awareness dan Refreshment sebagai salah satu upaya penguatan sistem keamanan di lokasi kerja, pada Senin (25/3/2024).

General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk menambah kapabilitas petugas keamanan. 

“Upskilling kompetensi dilakukan untuk seluruh petugas keamanan di seluruh obvitnas bekerjasama dengan Kepolisian. Di UPT Surabaya, pelatihan dipimpin dari Kepolisian Resor Surabaya dan Resor Sidoarjo," ungkap Amiruddin.

Baca juga: Dukung Transformasi Industri, PLN Gelar Courtesy Meeting Dengan PT Gudang Garam Tbk

Amiruddin menambahkan peningkatan kapabilitas petugas keamanan ini menjadi hal penting. 

“Kegiatan rutin tahunan ini sebagai penyegaran pengetahuan, juga pelatihan fisik meski personel juga dalam kondisi berpuasa, semangat latihan tetap dilakukan petugas keamanan yang bertugas memastikan keamanan pada obvitnas aset transmisi yang menyuplai kebutuhan listrik seluruh Surabaya dan Sidoarjo. Sehingga tugas para petugas keamanan memang sangat menantang," tambahnya.

Baca juga: Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Amiruddin menyebut kegiatan rutin ini untuk menjalin informasi update dengan apparat kepolisian terkait issue keamanan terkini.

“Kegiatan rutin dilakukan juga agar mampu mendeteksi jenis ancaman baru yang mungkin muncul. Tidak hanya sebagai wadah mengasah kemampuan fisik tapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman terkait protokol keamanan, agar para petugas keamanan ini semakin terlatih untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan yang bisa terjadi di lokasi aset-aset transmisi,” pungkas Amiruddin. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 06 Jul 2026 23:41 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:43 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:47 WIB
Berita Terbaru