SURABAYAPAGI.com, Malang - Data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang awal 2024 mengungkap, Bumi Kanjuruhan di Kabupaten Malang tidak perlu melakukan impor. Pasalnya karena kebutuhan daging sudah terpenuhi, bahkan surplus.
Diketahui, ketersediaan daging sapi di Bumi Kanjuruhan mencapai 12.291 ton. Sedangkan kebutuhannya hanya sekitar 11.110 ton, sehingga surplus atau kelebihan 1.181 ton. Sedangkan, sisanya dipasok ke daerah lain.
Baca juga: Diterjang Material Longsor saat Hujan Deras, Jalur Wisata Bromo via Malang Ditutup Total
“Mayoritas dipasarkan ke luar Jawa. Salah satunya Kalimantan.” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo, Rabu (15/05/2024).
Untuk terus meningkatkan sektor peternakan tersebut, Eko menambahkan, DPKH telah melakukan berbagai upaya. Seperti sosialisasi pembuatan silase, yakni pakan dari tanaman hijau yang diawetkan dan disimpan dalam kantong plastik kedap udara maupun drum. Juga sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara (anaerob).
“Kami juga membantu peternak jika mereka memerlukan vaksinasi atau pengobatan,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.
Selain itu, keberhasilan itu juga turut dipengaruhi oleh sektor peternakan yang sudah membaik. Utamanya terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Baca juga: Aksi Nyata Swasembada Pangan, Produksi Padi di Malang Surplus 80 Ribu Ton
DPKH Kabupaten Malang mencatat, tahun lalu terdapat ratusan hewan ternak yang terserang dua penyakit berbahaya tersebut. Yakni 1.071 ekor sapi terserang LSD dan 227 ekor sapi terserang PMK.
”Daging sapi yang terkena penyakit tersebut juga sebenarnya aman dikonsumsi asalkan direbus dalam air mendidih selama 30 menit,” kata dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sapi potong yang menghasilkan daging di Kabupaten Malang pada 2023 mencapai 207.946 ekor. Persebarannya pun merata di 33 kecamatan.
Baca juga: Jelang Libur Nataru 2025/2026, Volume Kendaraan yang Memasuki Malang Melonjak
“Paling banyak ada di Kalipare, Gedangan, Poncokusumo, Turen, dan Sumbermanjing Wetan,” ucap Eko.
Tidak hanya daging sapi, dia mengatakan, produk-produk peternakan lain juga surplus. Di antaranya susu mengalami surplus 118.963 ton dan daging ayam surplus 9.817 ton. Produk-produk tersebut dipasarkan hingga Bali. mlg-01/dsy
Editor : Desy Ayu