SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Vinfast, produsen mobil listrik asal Vietnam mulai bersiap berinvestasi sebesar Rp 3,1 triliun untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Vinfast untuk melakukan ekspansi ke negara-negara ASEAN, khususnya untuk mobil setir kanan.
Di samping itu, langkah ini juga menjadi bagian strategi masuk pasar Indonesia yang diprediksi makin ramai dengan mobil listrik pada masa mendatang.
Baca juga: Motor Listrik Tanah Air 'ALVA' Kampanyekan 'Tenang Menuju Kemenangan' Jelang Ramadan
“Ya, kami juga berencana membangun pabrik di sana, pabrik CKD di Indonesia. Kami menanam 200 juta dollar AS (setara Rp 3,1 triliun) untuk pabrik ini, pada tahap pertama, tentu saja jika pabriknya berkembang mungkin akan berinvestasi lebih banyak,” ujar Temmy Wiradjaja, CEO VinFast Indonesia di Vietnam, Senin (20/05/2024).
Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan iklim investasi kondusif sehingga VinFast diperkirakan bakal mulai memulai produksi mobil listriknya pada 2026. Kapasitas produksi diperkirakan mencapai 50.000 unit per tahun.
Baca juga: Hanya dalam 3 Hari, Honda Prelude Seharga Nyaris 1 Miliar Ludes Terjual
“Saat ini kami sedang dalam proses pembebasan lahan. Saya tidak dapat memastikannya saat ini, namun lokasinya akan memberitahu Anda pada saat itu. Kami menargetkan kapasitas produksi 50.000 unit dalam setahun,” ucap Temmy.
Dalam rencana investasinya, VinFast akan berkolaborasi dengan perusahaan dalam negeri untuk proses produksi. Selain itu, mereka juga akan menjalin kerja sama dengan perusahaan transportasi dan penyedia jasa teknologi dalam rangka ekspansi taksi listrik.
Baca juga: Xpeng Gandeng Voltron Resmikan Stasiun Pengisian Baterai Ultra Cepat Pertama di Tanah Air
Sementara itu, diketahui sebelumnya sudah banyak sektor industri otomotif yang telah berinvestasi di Indonesia. VinFast bukanlah yang paling besar bila dibandingkan pabrik MG Motor yang mencapai sekitar Rp 4 triliun, lalu pabrik BYD yang investasinya tembus Rp 16 triliun.
Nantinya, mobil nasional milik Vietnam ini akan memanfaatkan insentif dari pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Investasi (BKPM) No. 6 Tahun 2023 untuk mendatangkan VF 5 dan VF 6, sebagai upaya uji pasar di Indonesia. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu