Hadapi Dominasi China, Jepang dan ASEAN Duet Produksi Mobil Listrik

surabayapagi.com
Ilustrasi. Proses produksi mobil listrik pabrikan Jepang. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan Tiongkok China semakin di depan dalam penjualan produk, khususnya di pasar kendaraan listrik, demikian dilaporkan surat kabar Nikkei, dikutip Selasa (21/05/2024). Oleh karenanya, kini Jepang dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), berencana untuk menciptakan strategi bersama menghadapi dominasi China di pasar EV.

Diketahui, dalam strategi pertamanya tersebut nantinya akan duet bersama memproduksi mobil dan penjualan di wilayah tersebut sementara hingga sekitar 2025. Strategi dari pabrikan Jepang ini, harus dilakukan, karena menghadapi persaingan yang semakin ketat dari sejumlah produsen mobil Tiongkok, termasuk dari BYD.

Baca juga: Motor Listrik Tanah Air 'ALVA' Kampanyekan 'Tenang Menuju Kemenangan' Jelang Ramadan

Langkah strategis ini diharapkan juga mampu menjadikan ASEAN dan Jepang sebagai pemain tangguh di arena persaingan kendaraan listrik global. Kombinasi keahlian yang kuat dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan menjadi senjata ampuh mereka dalam menghadapi persaingan, khususnya dari China.

Dilain sisi, Jepang bermaksud untuk memanfaatkan 140 miliar yen yang diperoleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri dalam anggaran bantuan ke negara-negara selatan, untuk pelatihan personil. Dalam laporan tersebut, tanpa mengutip sumber apapun.

Baca juga: Hanya dalam 3 Hari, Honda Prelude Seharga Nyaris 1 Miliar Ludes Terjual

Selain itu, pada pekan lalu, Honda Motor juga berjanji untuk melipatgandakan investasi elektrifikasi dan perangkat lunaknya, menjadi sekitar US$ 65 miliar hingga tahun fiskal 2030.

PT Toyota Astra Motor (TAM) kembali mendukung upaya Pemerintah Indonesia, dalam mencapai net zero emission 2060, dengan menyediakan kendaraan elektrifikasi jenis battery electric vehicle (BEV) di ajang World Water Forum (WWF) 2024.

Baca juga: Xpeng Gandeng Voltron Resmikan Stasiun Pengisian Baterai Ultra Cepat Pertama di Tanah Air

Total ada 130 unit Toyota bZ4X, yang akan digunakan oleh para menteri dan delegasi negara peserta, di gelaran yang bakal berlangsung di Bali, 18 hingga 20 Mei 2024. Tak hanya itu, sebelum mendukung acara World Water Forum ke-10, xEV Toyota telah mendukung berbagai acara skala internasional yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia.

"Selain mendukung kelancaran dan kenyamanan mobilitas peserta konferensi, kehadiran Toyota bZ4X diharapkan akan menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mengurangi polusi udara menuju era Carbon Neutrality pada 2060 mendatang serta menunjukkan keseriusan Toyota," ujar Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto, dalam keterangan resmi, Selasa (21/05/2024). jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru