SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mobil listrik produksi pabrikan Eropa banyak yang khawatir lantaran mobil murah buatan China mulai banyak mendominasi. Salah satunya, Renault ingin membuat aliansi dengan Volkswagen agar dapat bersaing dengan merek impor, namun berakhir gagal.
Dikutip dari reuters, Rabu (29/05/2024), CEO Renault Luca de Meo, mengatakan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak telah berakhir. Petinggi perusahaan asal Prancis ini menyebutnya, sebagai kesempatan yang hilang.
Baca juga: Motor Listrik Tanah Air 'ALVA' Kampanyekan 'Tenang Menuju Kemenangan' Jelang Ramadan
Meski batal berduet dengan Volkswagen, Renault tetap melanjutkan pengembangan Twingo listrik seorang diri. Selain itu, mereka juga terbuka untuk bermitra dengan produsen mobil lain.
Baca juga: Hanya dalam 3 Hari, Honda Prelude Seharga Nyaris 1 Miliar Ludes Terjual
Sementara itu, Volkswagen dikabarkan akan mengumumkan keputusan resmi mengenai mobil listrik murah mereka dalam beberapa minggu mendatang. CEO VW, Thomas Schaefer, sebelumnya menyatakan ambisi untuk meluncurkan mobil listrik terjangkau di tahun 2027.
Lebih lanjut, Renault sendiri masih berjalan sendiri, dan masih bertujuan untuk memiliki Twigo generasi berikutnya, yang akan dijual pada 2026.Perlu dicatat bahwa Twingo yang lama masih ada, baik dengan mesin pembakaran maupun sebagai mobil listrik.
Baca juga: Xpeng Gandeng Voltron Resmikan Stasiun Pengisian Baterai Ultra Cepat Pertama di Tanah Air
Sebagai informasi, city car baru ini akan hadir secara eksklusif dengan kedok nol-emisi dan akan bersaing dengan Renault 5, yang dibanderol sekitar €25.000 ($27.000) sebelum insentif. Twingo baru diproyeksikan berharga kurang dari €20.000 ($21.600). jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu