SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sudah lima bulan berjalan, namun pendapatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 3.534.000.0000 oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo tahun 2024 belum mencapai target.
Diketahui, saat ini PAD di Kota Probolinggo tersebut baru mencapai 36,64 persen atau Rp 1.294.968.500. Sehingga jika dipresentasikan belum 50�ri target yang ditetapkan di awal. Diketahui, perolehan terbesar dari total 50% yang didapat PAD tersebut berasal dari sejumlah fasilitas parkir.
Baca juga: Potensi Besar Dongkrak PAD, Pengelolaan Wisata Kebun Raya Mangrove Masih Setengah Hati
Fasilitas parkir itu, di antaranya, parkir berlangganan, parkir insidentil, parkir tepi jalan luar kota, Fasilitas Parkir Angkutan Barang (FPAB), dan pergudangan di area FPAB Kota Probolinggo.
“Sementara untuk UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) per Januari tahun ini, sudah tidak dikenakan retribusi,” jelas Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kota Probolinggo Muhammad Dahroji, Rabu (12/06/2024).
Baca juga: Cegah Radikalisme Sejak Dini, Pemkot Probolinggo Bekali DWP di Lingkup Kota
Sementara itu, sebagai informasi, hingga Mei 2024, kontribusi terbesar berasal dari parkir berlangganan. Mencapai Rp 1.107.972.500. Kedua, dari parkir tepi jalan luar kota Rp 76.948.000 dan parkir insidentil Rp 56.289.000. Retribusi FPAB Rp 39.707.000 dan pergudangan Rp 14.052.000.
Lebih lanjut, tambah Dahroji, meski masih jauh dari target, Dahroji mengaku optimistis target tahun ini bisa tercapai.
Baca juga: PAD Terancam Hilang, Data Pipa BUMN di Lahan Pemkab Gresik Tak Transparan
“Biasanya kami dongkrak melalui parkir insidentil pada event besar, seperti Semipro atau kegiatan rutin mingguan seperti Pasar Minggu. Nanti akan kami perketat kembali parkir-parkir tersebut,” jelasnya. prb-01/dsy
Editor : Desy Ayu