SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam acara silaturahmi yang digelar di halaman Balai Kota Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi bertemu dengan 3.500 mahasiswa penerima beasiswa Pemuda Tangguh. Acara ini menjadi ajang bagi Wali Kota untuk memberikan arahan dan motivasi kepada para penerima beasiswa.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menekankan bahwa penerima beasiswa Pemuda Tangguh diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. "Program ini bukan sekadar tentang kuliah, tapi juga tentang pembentukan karakter dan jiwa sosial," ujar Eri.
Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli
Untuk memastikan tercapainya tujuan program, Wali Kota menginstruksikan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Hidayat Syah, untuk melaksanakan evaluasi berkala. Evaluasi ini mencakup tiga aspek utama:
Yang pertama, prestasi akademik, Pemantauan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setiap semester. Kedua, dampak terhadap keluarga, menilai kontribusi mahasiswa terhadap kesejahteraan orang tua. Dan keterlibatan dalam organisasi dan masyarakat, evaluasi partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial dan kontribusinya terhadap Kota Surabaya.
Baca juga: Klenteng Hong Tiek Hian, Mulai Ramai Pengunjung Mohon Keberuntungan
Eri mengapresiasi keterlibatan aktif para penerima beasiswa dalam berbagai kegiatan sosial, seperti mengajar di Balai RW. "Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tapi juga memiliki kepedulian sosial," pujinya.
Melihat dampak positif program ini, Pemkot Surabaya berencana menambah kuota beasiswa Pemuda Tangguh pada tahun 2025. Rencana ini akan diintegrasikan dengan program "Satu Kartu Keluarga, Satu Sarjana" untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Surabaya.
Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog
Dengan adanya evaluasi berkala dan potensi pencabutan beasiswa bagi yang tidak memenuhi standar, Pemkot Surabaya berharap dapat memastikan efektivitas program dan menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi." Zis
Editor : Mariana Setiawati