SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Melimpahnya panen padi di Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Jawa Timur disambut sumringah oleh para petani. Pasalnya, pada musim panen kali ini petani menghasilkan padi sekitar 5,2 ton.
Panen padi di lahan seluas 130 hektar lahan sawah tersebut dikemas dengan acara labuh panen dengan diikuti sesepuh dan petani setempat, sebagai ucap syukur dengan hasil melimpah yang dipanen petani di desa tersebut.
Baca juga: Pemkab Trenggalek Komitmen Genjot PAD Lewat Pengembangan Wisata Populer Baru
"Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi petani-petani di Trenggalek untuk berinovasi di bidang pertanian," ujar Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Nata Negara, Rabu (31/07/2024).
Baca juga: Harga Lebih Terjangkau, Permintaan Domba Kurban untuk Idul Adha di Trenggalek Melonjak
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Trenggalek pun ikut mendukung inisiasi yang dilakukan oleh gapoktan di Desa Wonoanti. Sehingga ke depan bisa ditularkan ke beberapa gapoktan yang ada di Trenggalek.
Hasil pertanian organik yang dinamai Padi Sehat Katobilan ini sendiri sudah dikembangkan oleh gapoktan di desa tersebut dalam beberapa tahun terakhir cukup hasil. Dengan menggunakan pupuk organik serta pestisida nabati, sehingga mampu terbebas dari serangan berbagai jenis hama.
Baca juga: Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen
"Dan yang pasti kita dari pemerintah kabupaten akan support penuh dan kita akan berupaya juga kerja sama dengan berbagai pihak. Alhasil pertanian organik ini juga dilakukan di kecamatan yang lain," tandasnya. tr-01/dsy
Editor : Desy Ayu