Harga Panen Ikan Patin di Tulungagung Anjlok, Pembudidaya Rugi Besar di Pakan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Budidaya ikan patin di Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Musim panen budidaya ikan patin di Tulungagung bukannya untung justru buntung. Pasalnya, harga panen saat ini hanya Rp 13.500 sampai Rp 14.000 per kilogram, sedangkan harga BEP di angka Rp 16.000-Rp 18.000 per kilogram. Banyak pembudidaya yang rugi besar di masalah pakan.

“Harga idealnya di atas Rp 20.000 per kilogram. Kalau harga sekarang pasti jual rugi,” ujar Yoyok Mubarok, salah satu pembudidaya ikan kawakan di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Minggu (04/08/2024).

Baca juga: UMKM Pedagang Es di Banyuwangi Resah, Harga Gelas Plastik Naik Dua Kali Lipat

Lebih lanjut, saat ini hampir tidak ada pembudidaya patin yang menjalin kemitraan dengan perusahaan pakan. Karena itu saat harga panen tertekan sehingga harus menahannya lebih lama di kolam. Pasalnya, mereka akan rugi besar jika ikan yang siap panen langsung dijual.

Apalagi perusahaan fillet ikan patin menghendaki berat 4-7 ons, atau maksimal 9 ons. Jika ukurannya lebih dari itu malah ditolak oleh pasar. “Dengan harga saat ini, maka setiap satu sak pakan kami rugi Rp 50.000. Kalau satu hari menghabiskan 10 sak pakan, tinggal kalikan saja,” ungkap Yoyok.

Baca juga: Pasca Lebaran 2026: Harga Plastik Melonjak 100 Persen, UMKM-Pedagang di Lamongan Menjerit

Sehingga banyak pembudidaya yang mengurangi asupan pakan setiap hari menjadi seperempat dari biasanya. Jika satu hari dalam satu kolam butuh 2 sak pakan, maka hanya diberi setengah sak pakan. Karena situasi ini banyak pembudidaya ikan patin yang gulung tikar.

“Saya kasih pakan saat sore saja. Dengan cara ini ikan tidak gembos (kurus) dan tidak jadi oversize (kelebihan ukuran),” papar Yoyok.

Baca juga: Tulungagung Catat Tren Positif, Realisasi PAD Program Parkir Berlangganan Capai 21 Persen

Diketahui sebelumnya, saat itu Kementerian Agama (Kemenag) mencari pasokan daging ikan patin untuk jamaah haji Indonesia. Namun ternyata kebutuhan konsumsi jamaah haji ini sedikit yang dipasok dari Lampung dna juga dari Thailand dan Vietnam. Sementara tidak ada sedikitpun daging ikan patin yang diambil dari Tulungagung. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru