SURABAYAPAGI, Surabaya - Konflik antara Sekolah Petra di Surabaya dan warga sekitar Perumahan Tompotika, Manyar Tirtosari, yang berlarut-larut terkait iuran keamanan sebesar Rp 140 juta, akhirnya mencapai titik damai setelah dimediasi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dan Wakil Wali Kota Armuji.
Perseteruan ini bermula ketika pihak RW di lingkungan sekitar sekolah meminta iuran keamanan yang dinilai terlalu tinggi oleh pihak sekolah. Iuran yang awalnya sebesar Rp 25 juta per bulan, mengalami kenaikan bertahap hingga mencapai Rp 35 juta per bulan untuk masing-masing dari empat RW, sehingga total iuran yang diminta mencapai Rp 140 juta. Pihak sekolah merasa keberatan dengan kenaikan ini, yang kemudian memicu perselisihan.
Baca juga: Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif
Setelah melalui beberapa kali mediasi, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun tangan langsung untuk menjembatani kedua belah pihak. Hasilnya, kesepakatan damai akhirnya dicapai di mana pihak sekolah tidak lagi diwajibkan membayar iuran tersebut, dan sebagai gantinya akan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu meningkatkan fasilitas keamanan di lingkungan sekitar.
Baca juga: Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'
Wakil Wali Kota Armuji menyatakan, "Kita semua sepakat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan saya senang konflik ini dapat diselesaikan dengan cara yang baik bagi kedua belah pihak."
Baca juga: Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga
Dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan hubungan antara Sekolah Petra dan warga sekitar kembali harmonis, dan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan lebih lanjut. Zis
Editor : Mariana Setiawati