Festival Karawitan Ponorogo, Mampu Hidupkan Kincir Perekonomian Lokal

surabayapagi.com
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat membuka Festival Karawitan yang digelar di Pendopo Agung Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Festival Karawitan di Pendopo Agung Ponorogo yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-528 tahun tampak disambut antusias warga lokal dan luar daerah, terutama bagi pelaku usaha lokal dan juga UMKM.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko juga mengungkap, adanya festival tersebut juga mampu menghidupkan kincir perekonomian melalui festival tersebut. Mulai dari lakunya salon kecantikan, penjahit kebaya, hingga pengrajin gamelan.

Baca juga: Jaga Warisan Budaya, Pemkab Ponorogo Siapkan Perbup Reog Jadi Ekskul Wajib untuk SD

“Kalau kemudian jadi kincir peradaban maka akan ada pertumbuhan ekonomi, ada spending luar biasa. Menggerakkan semua sektor, dan ini keren,” jelasnya, Rabu (07/08/2024).

Sementara itu, mayoritas ibu-ibu PKK yang juga turut andil dalam kegiatan yang diadakan di setiap tahunnya ini, tak mau kalah dengan para pelajar untuk melestarikan karawitan.

Baca juga: Potensi Tradisi Tahunan 'Labuhan Sarangan' Jadi Ajang Promosikan Pariwisata di Magetan

Sebagai informasi, gelaran karawitan tersebut terus dilestarikan menjadi salah satu bagian dari nguri-uri budaya Jawa dan selalu ramai antusias masyarakat, dengan diikuti oleh 21 kelompok karawitan PKK dari masing-masing kecamatan

“Agar warisan leluhur yang namanya gamelan, gending-gending Jawa itu bisa berjalan bagus, berkualitas, sebagai bentuk konservasi pelestarian, nguri-uri budaya,” ujar Bupati Sugiri.

Baca juga: Menariknya Destinasi Wisata Mloko Sewu, Suguhkan Hamparan Perbukitan Hijau yang Eksotis

Diketahui juga, sebanyak 21 kecamatan di Ponorogo mengirimkan perwakilannya. Sedangkan grup karawitan pelajar ada 13 tingkat SD, 17 tingkat SMP, dan 8 SMA/SMK. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru