Berkat Program Agrosolution

Produktivitas Padi di Jember Melimpah 8 Ton per Hektar, Petani Sumringah

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani padi panen berlimpah di Jember, Jawa Timur. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Para petani di Jember, Jawa Timur kembali sumringah usai berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai delapan ton per hektar, berkat Program Agrosolution dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Diketahui, Program Agrosolution merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk memberdayakan petani Indonesia, dengan menerapkan sistem pertanian terpadu yang berfokus pada penggunaan produk berkualitas dan ramah lingkungan, serta mendorong penggunaan pupuk non-subsidi untuk meningkatkan produktivitas lahan secara lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Aksi Nyata Swasembada Pangan, Produksi Padi di Malang Surplus 80 Ribu Ton

“Fokus utama program ini adalah menjaga ketahanan pangan dengan penggunaan produk berkualitas dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Produksi Pupuk Kaltim F. Purwanto, Jumat (09/08/2024).

Lebih lanjut, program ini direalisasikan melalui pendampingan intensif dan berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok yang didukung teknologi berbasis pada 5P, terdiri People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership.

Baca juga: Jaga Harmoni Alam, Masyarakat Adat di Pacitan Gelar Ritual "Thetek Melek" di Hamparan Sawah

Sebagai informasi, Program Agrosolution didukung oleh produk unggulan Pupuk Kaltim yang telah terbukti cocok dengan berbagai jenis tanaman dan karakteristik lahan. Serta sangat efektif dalam mendorong peningkatan produksi padi, didukung kualitas produk non subsidi yang sangat baik. 

"Program ini pun menjadi wadah bagi para petani, agar bisa meningkatkan hasil produksi secara maksimal. Sebelumnya, produksi padi sawah di Kecamatan Puger mencapai 7 ton per hektar," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember Imam Sudarmaji.

Baca juga: Petani Sekarang Dikawal Menteri

Selain itu, program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, tetapi juga memberikan kepastian pembelian hasil panen secara berkala. "Melalui optimalisasi tata kelola pertanian pada program Agrosolution, kesejahteraan petani pun dapat kita tingkatkan," pungkas Sudarmaji. jr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru