Petani Ponorogo Gagal Panen, Pasrah Tanaman Padi untuk Pakan Ternak

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani memilih untuk memberikan hasil tanaman padi yang gagal panen untuk pakan ternak. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Imbas kekeringan di musim kemarau mengakibatkan musim tanam padi di Desa Klepu, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terhambat dan berakhir gagal panen karena kurangnya pasokan air lantaran banyak sungai untuk irigasi sawah mulai mengering.

Banyak tanah terasering milik petani di Desa Klepu, Ponorogo mengering dan berongga, kondisi tanaman padi juga terlihat mengering dan sebagian besar bulir padi tidak berisi.

Baca juga: Sempat Absen, Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk Jajaran Unggul KEN 2026

Para petani terpaksa memanen padi yang kini sudah berumur 70 hari ini pada Agustus ini dan juga terpaksa harus merugi dan tanaman padi hanya bisa digunakan untuk pakan ternak.

Pasalnya, mayoritas padi di Bumi Reog tersebut banyak yang mati dan mengering, bahkan bulir padi yang sudah muncul pun ternyata banyak yang tidak berisi. Sehingga alternatif lain agar tanaman tersebut tidak sia-sia yakni dengan memberikan sisa tanaman padi yang ada untuk makanan sapi.

“Sebagian yang sumber mata airnya dari hutan, jadi kalau musim kemarau itu sudah tidak ada. Jadi tidak cukup untuk mengairi sawah,” kata Iknasius Joko Susilo, salah satu petani yang juga merugi, Jumat (23/08/2024).

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Melonjak Tembus Rp 78 Ribu per Kg

Selain bulir padi yang kosong, bulir padi yang berisi pun bobotnya menjadi tidak maksimal karena selama masa tanam padi lebih sering kekurangan air. Sehingga hasil produksi padi pun menurun drastis dan mayoritas gagal panen di musim kali ini.

“Jelas rugi. Ya nanti paling yang tidak ada isinya untuk pakan sapi, kalau yang masih ada isinya sedikit-sedikit ya dipanen,” ujar Joko.

Baca juga: Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total

Sebagai informasi, sekitar tujuh sampai 10 hektar lahan padi yang terdampak kekeringan, dengan penurunan hasil panen petani hingga 25 persen. Sedangkan berdasarkan assessment dari BPBD Provinsi Jawa Timur, pada tahun ini, Kabupaten Ponorogo kembali masuk dalam daftar 13 kabupaten/kota di Jawa Timur yang siaga kekeringan.

Dengan situasi ini, BPBD Ponorogo berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan, memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi di tengah musim kering yang melanda. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru