SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Otomotif kenamaan milik Elon Musk, yakni Tesla baru-baru ini mengejutkan publik usai menyatakan bakal memproduksi varian enam penumpang untuk Model Y di China mulai akhir 2025.
Tesla meminta para pemasoknya untuk mempersiapkan diri menghadapi peningkatan dua digit produksi Model Y di pabriknya di Shanghai. Namun, Tesla sendiri tidak segera menanggapi komentar terkait wacana tersebut, Senin (09/09/2024).
Baca juga: Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu
Tesla juga akan meningkatkan produksi di pabrik tersebut, dan tengah menunggu persetujuan untuk memperluas lahan pabriknya seluas 70 hektar. Pasalnya, barikan Tesla ini telah mengalami peningkatan 6 persen dari tahun ke tahun, dalam pengiriman Model 3 di dalam dan luar negeri selama Januari hingga Juni, yang didorong oleh peluncuran versi terbaru tahun lalu.
Baca juga: Resahkan Rusak Ekosistem, DLH Surabaya Tegaskan Populasi Ikan Sapu-sapu Masih Terkendali
Sebelumnya, Reuters juga melaporkan, jika varian ini akan menampung lima orang, dan akan diluncurkan pada awal 2025, dan bukan tahun ini seperti yang direncanakan. Penambahan varian enam penumpang Model Y ini, menggarisbawahi tekanan di Tiongkok dari pesaing domestik.
Sedangkan saat ini, para pesaing telah meluncurkan setidaknya empat kompetitor Model Y tahun, termasuk Onvo L60 dari Nio, dan 7X dari Zeekr dengan interior yang lebih lapang dan harga yang lebih murah dibandingkan model Y.
Baca juga: Viral! Fenomena Gunung Semeru Bertopi Awan, BPBD Ingatkan Masih di Level Siaga
Sementara itu diketahui, untuk Tesla Model Y terbilang laris di Cina dengan catatan penjualan Januari-Juni sebanyak 207.800 unit. Dominasi Model Y ini mulai dibayang-bayangi sedan Seagull lansiran BYD. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu