Industri Gerabah Rumahan di Kota Pasuruan Ketiban Berkah Maulid Nabi

surabayapagi.com
Perajin cobek di Kota Pasuruan raup cuan jelang Maulid Nabi. SP/ PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Industri rumah tangga berupa gerabah di Kelurahan Randusari, Gadingrejo, Kota Pasuruan meraup cuan berlimpah menjelang peringatan Maulid Nabi pada minggu-minggu ini. 

Meski di tengah gempuran dapur dan perkakas modern, produk gerabah, terutama cobek, laris manis diburu pembeli. Salah satunya yang dirasakan Sofah (52), salah satu pembuat gerabah.

Baca juga: Pejabat Bea Cukai Diduga Ikut Runtuhkan UMKM

"Selama sebulan ini saya sudah membuat 2.000 cobek. Itu pesanan dari pembeli," kata Sofah, Jumat (13/09/2024).

Diketahui, cobek gerabah merupakan tempat sajian makanan merupakan barang yang diburu saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Khususnya di daerah pedesaan wilayah tapal kuda Jawa Timur. 

Baca juga: Omzet Pengepul Rajungan di Probolinggo Melonjak 100 Persen Jelang Imlek

Dirinya mengaku sudah menggeluti kerajinan gerabah ini mengaku setiap hari ia bekerja membuat cobek. Dalam sehari Sofiah mampu membuat cobek 100 hingga 150 dengan diameter rata 20 cm. Untuk harga eceran Rp 2500 per satuan. Jika beli borongan atau jumlah banyak, harganya menjadi  dan Rp 2000 per satuan. 

"Pembeli sudah pesan sejak tiga minggu lalu," terangnya.

Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven

Sementara itu, menurut salah satu pembeli, Ifa Sulvia mengungkapkan setiap tahun ia membeli cobek di Randusari. Selain harganya terjangkau, produknya juga bagus. "Untuk keperluan Maulid, untuk tempat makanan," kata Ifa.

Senada, Ahmad Sofyan (43), pengepul sekaligus pedagang cobek mengaku saat ini banyak orderan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad. Rata rata dipasarkan di Probolinggo, Sidoarjo dan Mojokerto. "Memang ramai pesanan. Tapi sekarang banyak orang juga pesan tempat makanan yang berbahan plastik", ujarnya. ps-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru