Komisi IV DPRD Gresik Prihatin Aksi Kekerasan di Sekolah, Akan Panggil Dispendik

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Ketua Komisi IV DPRD Gresik M Zaifuddin. SP/M Aidid

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Komisi Pendidikan DPRD Kabupaten Gresik prihatin atas kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Sebagai informasi, KR siswa SMPN di Gresik mengalami penganiayaan saat mengikuti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Baca juga: Sepanjang Tahun 2025, KPAI Sebut Perundungan di Sekolah  Tembus 37,5 Persen

Aksi itu pun dilaporkan oleh orang tua siswa ke polisi, hal ini karena sang anak dirawat di rumah sakit, dan sempat dioperasi bagian tulang rahang kanan. 

Ketua Komisi IV DPRD Gresik yang membidangi pendidikan, M Zaifuddin merasa prihatin atas kejadian tersebut. Dia juga akan turun dan memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

"Yang pertama saya atas nama Komisi IV merasa prihatin dengan kejadian tersebut, kami akan segera turun untuk mendengarkan langsung dengan problem yang terjadi," katanya, Selasa (20/10/2024).

Zaifuddin menyampaikan, proses pengawasan di sekolah seharusnya menjadi perhatian bersama. Sehingga, kekerasan di lingkungan sekolah bisa diminimalisir.

"Pengawasan kepada anak didik harus lebih ditingkatkan lagi agar tidak terjadi seperti itu," ujarnya.

Baca juga: Siswa SMA Taruna Angkasa Diduga Dikeroyok Kakak Tingkat, Keluarga Resmi Lapor Polisi

Langkah yang diambil politisi Gerindra asal Wringinanom ini, memerintahkan anggota komisi IV yang berada di Kecamatan Dukun untuk menelusuri penyebab kekerasan itu bisa terjadi. 

Apalagi di lingkungan sekolah. Bahkan korban sampai pingsan dan mengalami luka di bagian geraham akibat kekerasan yang dilakukan oleh temannya sendiri sesama pelajar.

"Kami perintahkan langsung untuk anggota komisi IV yang berada di dapil Dukun-Panceng untuk mencari tahu kronologinya, setelah itu baru kita panggil dispendik dan pihak sekolah," tegasnya.

Diketahui korban terpaksa dilarikan ke UGD Puskesmas Mentaras usai dihajar oleh temannya yang sama-sama satu sekolahan hingga pingsan.

Baca juga: Kasus Bullying Siswa Sekolah Sudah Mengkhawatirkan

Tak hanya pingsan, siswa berinisial KR juga mengalami luka lebam di bagian bibir dan mulut dalam. Merasa anaknya menjadi korban penganiayaan, sang orang tua akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Dukun.

Awalnya duduk berdampingan. Korban melihat ada anak dilempar batu oleh salah seorang siswa. 

Korban lalu bergurau mengusapkan kertas buku ke pipi temannya. Tiba-tiba terduga pelaku itu berdiri lalu menendang anak korban sampai pingsan. 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru