SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sebanyak ratusan hektar sawah di Ponorogo terendam banjir sejak beberapa pekan terakhir. Alhasil sejumlah tanaman banyak yang mengalami puso (gagal panen), Minggu (22/12/2024).
Diketahui, setidaknya ada 693 areal persawahan yang tergenang air. Parahnya 20% tanaman disinyalir akan mengalami puso. Dimana mayoritas areal persawahan yang ditanami merupakan tanaman yakni padi.
Baca juga: Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Kejari Tahan Kabag Keuangan Sekwan
Dari data yang diperoleh, luasan lahan terendam banjir paling banyak di Kecamatan Jetis 120 hektar dan Kecamatan Balong 148 hektar. Sedangkan untuk lahan seluas 7 hektar di Pengkol Sukorejo yang sudah waktunya panen, masih terbilang aman. Hanya saja nantinya berdampak pada kualitas yang menurun.
Baca juga: Harga Kacang Tanah di Pasar Legi Ponorogo Naik hingga Rp45 Ribu per Kg
Untuk itu, Suwarni, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) mengajukan usulan terkait bantuan bibit. Lantaran banyak petani yang harus tanam ulang, selain itu juga kini bibit tanaman mengalami kelangkaan.
Baca juga: Tidak Ada Angin dan Hujan, Rumah Lansia di Ponorogo Tiba-tiba Ambruk
Disatu sisi, berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jawa Timur, pihaknya juga akan melakukan modifikasi cuaca dengan harapan meskipun hujan turun namun intensitas tidak terlalu tinggi. Sekaligus perbaikan tanggul jebol yang terjadi di aliran Sungai Keyang, untuk meminimalisasi bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Ponorogo. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu