SURABAYAPAGI.com, Jombang - Hujan deras yang mengguyur ratusan hektare sawah di Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur menggenang dan mengkibatkan bibit padi rusak dan rugi besar sehingga memaksa para petani melakukan penanaman ulang.
"Tanaman padi yang baru saya tanam rusak karena banjir. Saya sudah tanam ulang, tetapi khawatir banjir datang lagi. Kerugin mencapai Rp 6 juta," ujar Rizwan, petani asal Kesamben, Minggu (29/12/2024).
Baca juga: Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau
Selain itu, menurut Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony, menyebutkan bahwa banjir terdampak di lima kecamatan, termasuk Kesamben dengan luas sawah terdampak mencapai 520 hektare.
Banjir juga merendam 485 hektare sawah di Sumobito, 235 hektare di Peterongan, 67 hektare di Ploso, dan 4 hektare di Gudo.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha
"Sebagian sawah masih dalam tahap persemaian. Petani masih bisa melakukan sulam atau penanaman ulang," jelasnya.
Meski demikian, Rony memastikan jadwal musim tanam tidak terganggu berkat metode tanam langsung yang sudah digunakan sebagian besar petani.
Baca juga: Masuk Awal Kemarau, Surabaya Masih Berpotensi Hujan saat Sore-Malam
Para petani berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kerugian dan memastikan kelancaran proses tanam ulang.
"Kami membutuhkan pendampingan agar hasil panen tidak terlalu terdampak banjir," katanya mengakhiri. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu