SURABAYAPAGI.com, Jombang - Hujan deras yang mengguyur ratusan hektare sawah di Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur menggenang dan mengkibatkan bibit padi rusak dan rugi besar sehingga memaksa para petani melakukan penanaman ulang.
"Tanaman padi yang baru saya tanam rusak karena banjir. Saya sudah tanam ulang, tetapi khawatir banjir datang lagi. Kerugin mencapai Rp 6 juta," ujar Rizwan, petani asal Kesamben, Minggu (29/12/2024).
Baca juga: Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap
Selain itu, menurut Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony, menyebutkan bahwa banjir terdampak di lima kecamatan, termasuk Kesamben dengan luas sawah terdampak mencapai 520 hektare.
Banjir juga merendam 485 hektare sawah di Sumobito, 235 hektare di Peterongan, 67 hektare di Ploso, dan 4 hektare di Gudo.
Baca juga: Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen
"Sebagian sawah masih dalam tahap persemaian. Petani masih bisa melakukan sulam atau penanaman ulang," jelasnya.
Meski demikian, Rony memastikan jadwal musim tanam tidak terganggu berkat metode tanam langsung yang sudah digunakan sebagian besar petani.
Baca juga: Petani Sumringah, Panen Padi Tuban Meningkat di Tengah Kemarau Panjang
Para petani berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kerugian dan memastikan kelancaran proses tanam ulang.
"Kami membutuhkan pendampingan agar hasil panen tidak terlalu terdampak banjir," katanya mengakhiri. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu