Dinsos PPA Catat Realisasi Bansos 2024 Kota Madiun Capai Rp 10 Miliar

surabayapagi.com
Ilustrasi. Penyaluran realisasi bantuan sosial (bansos) tahun 2024 di Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Realisasi bantuan sosial (bansos) tahun 2024 di Kota Madiun yang bersumber dari keuangan daerah dilaporkan telah mencapai Rp 10 miliar menurut data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) setempat.

Diketahui, ada enam jenis bansos dari dana daerah yang telah disalurkan kepada penerima manfaat. Yakni, Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD), bansos air bersih, santunan kematian, BLT DBHCHT buruh pabrik rokok, BLT DBHCHT warga miskin, dan bansos kelompok usaha bersama (KUBE).

Baca juga: Ribuan Warga Girang, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD Jelang Puasa

Adapun rincian bansos yang telah diberikan yaitu Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) dari pagu 1.313 orang telah terealisasi 1.200 orang pada 2024. "Anggarannya Rp200 ribu per bulan. Sehingga, total realisasinya pada 2024 mencapai Rp 3,083 miliar," ungkap ujar Kepala Bidang Sosial Dinsos PPPA Kota Madiun Rita Susanti, Rabu (15/01/2025), Rabu (15/01/2024).

Kemudian, bansos air bersih berupa biaya pemasangan air bersih PDAM Kota Madiun dengan pagu 800 penerima manfaat telah terealisasi sebanyak 796 penerima. Dengan total anggaran sebanyak Rp280,19 juta.

Selanjutnya, Dinsos PPPA juga menyalurkan santunan kematian kepada 1.716 pemohon selama 2024. Sesuai perda, anggaran yang diberikan kepada ahli waris adalah Rp 1 juta. Sehingga, total anggaran untuk santunan kematian selama 2024 telah terealisasi Rp 1,716 miliar.

Baca juga: Tingkatkan Transparansi Tepat Sasaran, Pemkab Pacitan Terapkan Pelabelan Rumah KPM Mulai 1 Januari 2026

Untuk BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok, pada triwulan I 2024 Dinsos PPPA menargetkan 200 penerima. Namun, terealisasi 194 orang. Kemudian, pada triwulan II 2024 terjadi perubahan regulasi. Yakni, buruh pabrik rokok yang merupakan warga Kota Madiun namun bekerja di pabrik luar daerah, bantuannya diberikan oleh Dinsos Provinsi Jatim.

Selanjutnya pada triwulan III dan IV 2024, dua pabrik rokok di Kota Madiun telah menutup produksinya. Sehingga, bansos BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok tidak dapat disalurkan. "Maka dari itu, dari pagu anggaran Rp 781,2 juta hanya terealisasi Rp 227,7 juta," ungkapnya.

Baca juga: Ratusan Warga Sumokembangsri Terima Bansos Beras dan Minyak Goreng

Sedangkan untuk BLT DBHCHT masyarakat miskin dari pagu anggaran Rp 4,237 miliar telah terealisasi Rp 4,127 miliar. Sementara itu, bantuan berupa modal usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan usaha ekonomi produktif telah terealisasi Rp 660 juta.

Pihaknya menambahkan bansos disalurkan sebagai wujud pemerintah daerah hadir sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sasaran di Kota Madiun. md-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru