Pengaspalan Masih Berlangsung, Pengerjaan Proyek JLU di Lamongan Akhirnya Molor

Reporter : Muhajirin
Petugas tengah mengerjakan pengaspalan di seksi 2 timur jalan menuju desa Balun Kecamatan Turi. SP/MUHAJIRIN 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengerjaan pengaspalan pada proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) sepanjang 7,15 KM yang menghubungkan Desa Rejosari, Kecamatan Deket, hingga Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan masih berlangsung, padahal proyek ini awalnya ditargetkan akhir 2024 sudah selesai.

Proyek JLU yang diharapkan bisa menjadi jalan keluar atas kemacetan yang terus terjadi  di sepanjang jalan Panglima Sudirman itu molor, infonya karena cuaca hujan yang kerap melanda Kabupaten Lamongan akhir-akhir ini.

Baca juga: Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan

Pantauan surabayapagi.com di lapangan pada Kamis, (16/1/2025) masih terlihat alat berat yang tengah mengerjakan aspal di seksi 2 atau sebelah barat, proyek dalam pengawasan dan tanggung jawab Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional (BBPJN) tersebut.

Salah satu petugas di lokasi membenarkan kalau pelaksanaan proyek JLU ini molor, dan pihak pelaksana dapat addendum selama 3 bulan, terhitung mulai bulan Januari -Maret mendatang.

"Iya dapat addendum 3 bulan hingga pada Maret, dan bulan itu dipastikan pekerjaan nya pada seksi 2 sebelah barat sudah selesai," kata salah satu pekerja dari PT Gala Karya.

Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat

Saat surabayapagi.com menemui salah satu petugas proyek di kantor dan bermaksud mengkonfirmasi perihal keterlambatan proyek tersebut karena faktor apa? petugas itu dengan entengnya mengatakan, saat ini waktunya istirahat.

“Mohon maaf, saat ini waktunya istirahat siang, kami juga butuh istirahat. Kalau mau wawancara ya pada jam kerja, nanti setelah jam 13.00 an gitu,” ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang dapat surabayapagi.com, melalui di Kanal YouTube DhaniZUY ID yang tayang pada 12 Januari 2025 mengkonfirmasi, kalau pengaspalan seksi 1 di pintu timur hingga perbatasan jalan Desa Balu atau di titik STA 0+000 - STA + 3.250, disebutkan kalau pengaspalan masih berlangsung, dan ada beberapa titik yang belum teraspal.

Baca juga: Belum ada Progres, Komisi C Anggap Pengembang Grand Zam-Zam Residence "Balelo"

Sekedar diketahui, JLU ni memang merupakan program prioritas Provinsi Jatim sejak 2015 yang yang juga ide besar Masfuk saat menjabat sebagai bupati Lamongan yang baru terealisasi sekarang.

Meski semua menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, termasuk dalam pelaksanaannya, Pemkab Lamongan turut berpartisipasi membantu dana untuk pembebasan sebagian lahan yang dipakai untuk JLU ini sebesar Rp 49,5 miliar.

Diharapkan dengan terbangun nya JLU ini, kemacetan yang selama ini terjadi di sepanjang jalan nasional mulai Jalan Jaksa Agung Suprapto - Jalan Panglima Sudirman bisa terurai, karena sebagian kendaraan khususnya kendaraan besar akan dilewatkan ke JLU ini. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru