Jangan Ndableg! Prabowo Pastikan Tidak Ada Pejabat Kebal Hukum

Reporter : Riko Abdiono

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Selama ini negara Indonesia dikuasai oleh oligarki yang bekerja tidak berpihak pada rakyat. Presiden Prabowo mengungkapkan ada birokrat yang melawan dan geram dengan hal tersebut saat membuka Kongres XVIII Muslimat NU di Surabaya, Senin 10/2/2025.

Presiden Prabowo mengungkapkan dirinya sebenarnya memberikan kelonggaran terharap para koruptor dan maling-maling untuk segera menyerahkan diri. Waktu tersebut disediakan sampai 100 hari dirinya memimpin Indonesia. “Saya selalu mendekati dengan cara yang rukun. Tapi kalau maling ya nggak perlu diajak rukun,” tegas Prabowo di depan 10 ribu lebih jamaah Muslimat NU di Surabaya.

Baca juga: Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Prabowo mengaku selalu mengajak kebaikan. Dengan cara melakukan pendekatan yang mengedepankan kebaikan. “Saya katakan ini sudah 100 hari. Mbok sadar. Mbok bersihkan diri. Hai koruptor yang kau curi mbok dikembalikan. Untuk rakyat,” sahut Ketua Umum Partai Gerindra ini. 

Kalau malu-malu, kata Prabowo, nanti bisa dicari cara yang nggak bikin malu. Agar maling hasil korupsi itu segera dikembalikan ke negara. Namun hal tersebut tidak kunjung dilakukan para koruptor. “Saya tunggu-tunggu, 100 hari, 101 hari, 102 hari. Ya terpaksalah, apa boleh buat. Jaksa Agung, Kapolri, BPKP, KPK, silakan! (Tangkap),” kembali Prabowo dengan tinggi.

Selama dirinya keliling Indonesia, Prabowo mengaku melihat langsung dimana-mana rakyat Indonesia tidak mau lagi membiarkan kekayaan rakyat diambil terus. Ia melihat rakyat Indonesia tidak bisa dibohongi lagi. “Saya pun melakukan penghematan. Saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu , mubazir, (pengeluaran) dengan alasan untuk nyolong. Saya ingin dihentikan dan dibersihkan,” paparnya.

Dalam melaksanakan penghematan itu, Prabowo mengaku ada saja pihak-pihak yang melawan. Bahkan hal itu ada di dalam birokrasi sendiri. “Ada (birokrasi) yang melawan saya. Merasa sudah kebal hukum, merasa sudah menjadi raja kecil. Ada,” ungkap Prabowo.

Padahal, negara ingin menghemat uang karena uang itu untuk rakyat. Jajarannya ingin mengembalikan uang itu untuk  memberi makan anak-anak dan untuk memperbaiki semua sekolah di Indonesia yang jumlahnya 330.000 unit. “Banyak sekolah yang masih perlu diperbaiki. Anggaran perbaikan sekolah kita hanya cukup untuk memperbaiki sekitar 20.000 sekolah saja. Ini Butuh Berapa tahun lagi untuk menyelesaikan 330.000 sekolah,” cerita Prabowo.

Baca juga: Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Maka dari itu di semua lembaga dan tingkatan pemerintahan,  anggaran perjalanan dinas serta perjalanan ke luar negeri dikurangi. “Kau boleh melawan prabowo, tapi kau nanti melawan emak-emak (rakyat Indonesia). Bandel ndableg. Ndak usah ke luar negeri, 5 tahun tidak usah ke luar negeri. Yang keluar negeri hanya untuk yang tugas, atau belajar atas nama negara. Bukan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pake uang sendiri,” paparnya lugas.

Lho kok Presiden Prabowo juga sering ke luar negeri? Prabowo lantas menjelaskan jika dirinya ke luar negeri saat ada undangan dan itu kegiatan yang penting untuk menjaga martabat bangsa. “Itu saya diundang untuk menghadiri acara-acara pentng menjaga nama baik bangsa Indonesia.” sebutnya. 

Prabowo juga minta pemerintah lembaga instansi serius untuk menghentikan acara-acara Fokus Grup Discussion (FGD), Seminar-Seminar serta studi banding yang tak perlu. Termasuk studi banding soal kemiskinan dengan dibalut kunjungan ke luar negeri. “Ada yang nggrundel, tidak terima, lalu menyuruh wartawan dan LSM untuk kritik. Saya tegaskan saya tidak takut yang begitu-begitu,” tandasnya. 

Baca juga: Pemkab Gresik Salurkan 200 Becak Listrik untuk Pembecak Lansia

Menurutnya, maling-maling yang ndableg itu mirip monyet-monyet. “Maling maling itu ndableg, nggak sadar-sadar, tapi percayalah kami tidak ragu-ragu membela kepentingan rakyat Indonesia. Saya siap mati untuk bangsa Indonesia,” ucap Prabowo sedikit berteriak khas tentara.

Ia menegaskan tidak ada orang yang kebal hukum di Republik ini. “Dibawah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming tidak ada yang kebal hukum,” ulang mantan Danjen Kopassus ini.

DI Akhir acara, Prabowo juga menyampaikan selamat kepada Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar PArawansa. Ia berharap Muslimat NU lancar menggelar kongres ke XVIII dan memilih ketua yang terbaik. “Saya tidak cawe-cawe, selamat berjuang TNU (Tentara Nahdlatul Ulama),” pungkasnya. rko

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru