Efek Efisiensi Anggaran, Dishub Tulungagung Ganti PJU Son-T ke LED

surabayapagi.com
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung mengganti lampu PJU jenis Son-T ke LED imbas efisiensi anggaran Tahun 2025. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Imbas terdampak efisiensi anggaran kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, mulai mengganti penerangan jalan umum (PJU) jenis Son-T dengan lampu LED.

Pasalnya, mayoritas PJU di wilayah perkotaan masih menggunakan lampu Son-T, yang daya listriknya mencapai 300 watt per unit. Sehingga penggantian jenis PJU tersebut guna mengurangi konsumsi listrik dan biaya operasional.

Baca juga: Rehabilitasi Jembatan Junjung, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp7,5 Miliar dari APBD 2026

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengungkap, dari total 36 ribu PJU di Tulungagung, sebagian besar masih memakai jenis tersebut.

"Kami pelan-pelan berupaya untuk mengganti keberadaan lampu PJU jenis son-t menjadi LED. Selain untuk menghemat listrik, juga untuk meminimalisir pengeluaran biaya listrik," kata Panji Putranto, Rabu (19/02/2025).

Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Atap Rumah Warga di Tulungagung Rusak

Sedangkan untuk PJU jenis LED memiliki daya antara 40 hingga 60 watt, namun tetap mampu memberikan penerangan yang optimal. Dengan perbandingan daya tersebut, penggunaan listrik dapat dihemat lebih dari 50 persen.

"Tingkat terang lampu LED sudah mencukupi, sementara konsumsi listriknya lebih rendah, sehingga berdampak pada penghematan anggaran," ujarnya.

Baca juga: Dukung Operasional Becak Listrik, Pemkab Tulungagung Siapkan Pembangunan SPKLU 

Saat ini, Dishub Tulungagung mengalokasikan anggaran Rp 300 juta untuk pengadaan 100 unit lampu LED, dengan harga sekitar Rp 3 juta per unit di tahun 2025. Dan rencananya, akan dipasang di ruas jalan perkotaan yang masih menggunakan Son-T.

Namun sejauh ini, sudah ada tiga ruas jalan yang diubah menggunakan lampu LED, seperti Jalan Basuki Rahmat, RA Kartini dan Ngujang 2. "Pergantian ini dilakukan bertahap menyesuaikan alokasi anggaran yang tersedia," kata Panji. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru