SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik dengan tema Anak, Perempuan dan Disabilitas.
Acara tersebut dibuka oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra di Pendopo Graha Majatama, Kantor Pemkab Mojokerto, Rabu (12/3/2025).
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini menjelaskan terkait arah kebijakan pembangunan 2025 - 2029 dalam upaya mendukung perlindungan, pemberdayaan anak dan disabilitas Kabupaten Mojokerto.
"Kita menyadari bahwa, permasalahan yang terkait erat dengan program pembangunan perempuan, anak dan penyandang disabilitas selama ini adalah disebabkan belum adanya pendekatan pembangunan yang secara khusus mempertimbangkan manfaatnya secara adil terhadap mereka,” sebutnya.
Maka dituntut kepedulian konkrit lebih besar dengan menempatkannya sebagai salah satu bidang program, dengan tujuan kian mempercepat terciptanya perlindungan serta pemberdayaan perempuan, anak dan penyandang disabilitas Kabupaten Mojokerto.
Masih kata Gus Barra, Musrenbang ini bagian dari tahapan penyusunan RKPD Kabupaten Mojokerto tahun 2026. Ia berharap dapat memberikan masukan serta sumbangsih pemikiran untuk perbaikan pembangunan yang mendukung perlindungan perempuan, anak dan penyandang disabilitas.
"Semoga dalam Musrenbang tematik kali ini banyak ide-ide segar yang disampaikan untuk mendukung pembangunan pada sektor perlindungan tiga kelompok tersebut. Karena memberikan perlindungan ini tidak hanya komitmen Indonesia tapi juga komitmen global," tukasnya.
Baca juga: Minimalisir Banjir, Pemkab Mojokerto Tuntaskan Normalisasi 3 Waduk
Gus Barra menambahkan, dari hasil penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) Provinsi Jawa Timur tahun 2023 lalu, Kabupaten Mojokerto memperoleh predikat Madya sedangkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) memperoleh predikat Nindya dengan nilai 701-800.
"Kita berharap dengan berbagai inovasi yang sudah kita lakukan dan sinergitas dari seluruh unsur OPD serta masyarakat, tahun 2024 ini predikat KLA dan APE kita naik satu level di atasnya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahjudi dalam laporannya mengatakan bahwa Musrenbang Tematik melibatkan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, forum anak, anggota organisasi wanita, dan komunitas penyandang disabilitas.
Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Mojokerto dalam menjaring aspirasi dan kebutuhan dari kelompok-kelompok yang sering terpinggirkan.
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Bendung & Saluran Irigasi Mojokerto Tuntas
"Usulan yang dihasilkan dari Musrenbang Tematik ini akan diintegrasikan dengan program-program pembangunan lainnya dalam Musrenbang RKPD tingkat kabupaten," jelasnya.
Masih kata Bambang, Musrenbang Tematik bukan hanya formalitas, tetapi menjadi wadah untuk melahirkan strategi, kebijakan, dan program konkret yang berpihak pada anak, perempuan, dan disabilitas.
"Pemahaman tentang hak-hak mereka menjadi kunci dalam merumuskan program dan kegiatan yang tepat sasaran," tukasnya.
Sekedar informasi, dalam Musrenbang Tematik Kabupaten Mojokerto kali ini selain dihadiri oleh seluruh Kepala OPD dan Camat, juga dihadiri Kepala Dinas P3AK Provinsi Jatim, Tri Wahyu Liswati serta Bappeda Provinsi Jawa Timur Muhammad Albarra. Dwi
Editor : Moch Ilham