Usai Isu Mundur, Sri Mulyani Anteng

surabayapagi.com
Momen Sri Mulyani, Menteri Keuangan saat bertemu dan berbuka puasa bersama dengan Presiden Prabowo Subianto, 13 Maret 2025.

Konferensi Pers APBN KiTa pun, Kemenkeu Menghadirkan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu

 

Baca juga: Atlet Berprestasi, Bonus dan Jaminan Hari Tuanya

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sri Mulyani, hampir sepakan ini tak Muncul di Publik. Ini usai Isu Mundur. Sampai konferensi pers APBN KiTa, Minggu (16/3/2025), Kemenkeu menghadirkan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu.

Kalangan elite partai di parlemen yang dihubungi Surabaya Pagi, hari Senin (17/3) banyak yang tutup mulut. "Wait and see mas," kata seorang politisi partai NasDem.

Sejak Rabu lalu, ramai berhembus isu Sri Mulyani bakal melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih.

Isu ini muncul setelah adanya pertemuan antara Sri Mulyani dengan Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan yang terjadi di Istana Merdeka tersebut diduga menjadi sinyal mundurnya Sri Mulyani.

Namun melalui akun Instagramnya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Prabowo untuk melaporkan berbagai hal.

 

Ibu SMI Enjoy

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi isu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani diisukan mundur dari kabinet Merah Putih. Muzani mengatakan Sri Mulyani terlihat menikmati jabatannya.

"Ibu SMI (Sri Mulyani) saya lihat enjoy, enjoy saja. Saya lihat ya," kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2025).

Meski begitu, Muzani mengatakan belum mengetahui soal isu tersebut sehingga dirinya enggan menanggapi lebih lanjut soal hal tersebut.

"Saya belum dengar (soal isu mundur)," ucap dia.

 

Penjelasan Ketua Harian Gerindra

Menanggapi isu ramainya soal Sri Mulyani akan mundur sebagai Menkeu. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad memberikan tanggapan.

Menurut Dasco, tidak ada rencana Sri Mulyani akan mundur dari jabatan.

Pertemuan dengan Presiden Prabowo tersebut terjadi karena Sri Mulyani melaporkan tentang keuangan dan perekonomian negara.

Dasco juga menegaskan bahwa belum ada wacana mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.

"Kemarin yang saya tahu, pertemuan (Prabowo dan Sri Mulyani) itu adalah pertemuan berbuka puasa sambil membahas keadaan ekonomi terkini," ujar Dasco di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/3/2025).

 

Sri Mulyani Hanya Tersenyum

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hanya tersenyum menanggapi kabar dirinya akan mundur dari jabatan Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Momen ini terjadi seusai Sri Mulyani menemui Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2025).

"Bu, ada info soal ibu mundur," tanya wartawan, Rabu. Mendengar pertanyaan itu, perempuan yang karib disapa Ani ini hanya tersenyum memperlihatkan barisan gigi berwarna putihnya.

Ia mengaku bertemu dengan Prabowo sejak Rabu sore hinga malam untuk melaporkan soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an

"Ya melaporkan aja, mengenai APBN," kata Ani singkat sembari berjalan menuju mobil dinas.

Pada kesempatan yang sama, Ani juga ditanya soal konferensi pers laporan APBN Kita periode Januari 2025 yang belum kunjung dirilis, di tengah isu kinerja pajak yang anjlok. Sebab biasanya, konferensi pers realisasi APBN diadakan setiap bulan.

 

Tidak Berikan Jawaban Detail

Diberondong Pertanyaan soal Efisiensi, Sri Mulyani tidak memberikan jawaban detail. "Iya nanti Januari-Februari nanti ya. Ya konferensi pers besok saja, lah, (dibahas). Makasih, ya," ucap Sri Mulyani menyudahi.

APBN Kita adalah publikasi bulanan yang bertujuan untuk menginformasikan masyarakat mengenai kinerja pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara sebagai bentuk tanggung jawab publik dan transparansi fiskal.

 

Konferensi Pers Wakil Menkeu

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers APBN kita, Minggu (16/3) mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengejar setidaknya 2.000 wajib pajak (WP) 'nakal' yang belum melaksanakan kewajibannya dengan baik. Hal ini sebagai salah satu insiatif strategi yang akan dijalankan di 2025 untuk menambah penerimaan negara.

Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya telah mengindentifikasi ribuan wajib pajak yang perlu diawasi hingga dilakukan penagihan. Para Eselon I Kemenkeu disebut akan melaksanakan program bersama (joint program) untuk melakukan pengawasan hingga penagihan tersebut.

"Ada lebih dari 2.000 WP (wajib pajak) yang kita sudah identifikasi dan kita akan lakukan analisis, pengawasan, pemeriksaan, penagihan, intelijen. Ini mudah-mudahan bisa mendapatkan tambahan penerimaan negara," kata Anggito dalam konferensi pers APBN KiTa, dikutip Minggu (16/3/2025).

Selain itu, Kemenkeu juga akan melakukan optimalisasi perpajakan transaksi digital dalam negeri dan luar negeri termasuk trace and track alias pelacakan dan penelusuran.

"Melakukan program digitalisasi untuk mengurangi adanya penyelundupan maupun untuk mengurangi adanya cukai dan rokok palsu dan salah peruntukan," bebernya.

Anggito juga mengungkapkan bahwa Kemenkeu berupaya mengintensifkan penerimaan negara yang berasal dari batu bara, timah, bauksit dan sawit.

Baca juga: Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon

"Kita nanti akan segera menyampaikan perubahan kebijakan tarif dan layering, maupun harga batu bara acuan," ungkapnya.

Terakhir, Kemenkeu akan mengintensifikasi penerimaan negara bukan (PNBP) yang bersifat layanan premium atau untuk menengah ke atas di sektor imigrasi, kepolisian dan perhubungan.

"Kita coba mengintensifikasi untuk mendapatkan tambahan penerimaan," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kemenkeu melaporkan adanya penurunan penerimaan pajak hingga 30,19%. Sampai Februari 2025 penerimaan pajak baru terkumpul Rp 187,8 triliun, lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 269,02 triliun.

 

Menkeu Ani Kerap Diam

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sering dipanggil Ani,    pernah buka suara mengenai dirinya yang kerap diam jika berhadapan dengan awak media sejak dirinya dilantik sebagai Bendahara Negara di Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Sri Mulyani mengaku dirinya sedang sibuk dalam beberapa minggu terakhir. Hal itu dikarenakan dirinya sedang fokus menyelesaikan substansial terkait pemerintahan baru.

"Teman-teman wartawan merasa bahwa saya beberapa minggu terakhir diam, saya tidak sedang apa-apa tapi karena kita memang sedang sibuk saja gitu. Jadi kita sedang sibuk dan fokus ke hal-hal yang sangat-sangat substansial, sementara lingkungan environment yang muncul juga sangat banyak," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, Rabu (11/12/2024).

Sri Mulyani menjelaskan pemerintahan baru Prabowo banyak pemisahan kementerian/lembaga (K/L). Ini membutuhkan perhatian khusus dari semua menteri di kabinet.

Selain itu, sebagai Menteri Keuangan dirinya juga sedang disibukkan dengan APBN 2025. Pada Selasa (10/12) dirinya telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 kepada K/L dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2025.

"Bisa dibayangkan karena adanya perubahan K/L dalam dua minggu terakhir kita harus melakukan realokasi K/L baru dengan badan akun anggaran yang baru, kemudian bagaimana mereka memecah anggarannya untuk tahun 2024 dan implikasinya untuk 2025," ucap Sri Mulyani.

"Jadi sekali lagi saya tekankan memang banyak sekali volume kerjaan yang harus kita lakukan," tambahnya n jk/kp/ay/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru