Wali Kota Mojokerto Optimis Raih Predikat Tertinggi Penilaian Kota Sehat 2025

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali Kota Ning Ita saat memberi pengarahan pembinaan dan pendampingan program Kota Sehat di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Rabu (16/4). SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa predikat Kota Sehat bukanlah sekadar seremoni atau ajang mencari penghargaan. Melainkan merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun lingkungan yang sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Ning Ita (sapaan akrab Wali Kota) dalam pengarahannya pada pembinaan dan pendampingan program Kota Sehat di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Rabu (16/4). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah Pemkot Mojokerto dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian Kota Sehat tingkat nasional tahun 2025.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

“Kota Sehat bukan hanya sekedar penghargaan, tapi wujud nyata bahwa kita menginginkan kota yang kita tinggali, kota yang kita cintai ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan nyaman,” tegas Ning Ita.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Then Suyanti, M.M. Ia memberikan pembekalan dan arahan teknis kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam program Kota Sehat.

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP

Dalam arahannya, Ning Ita juga mengapresiasi kekompakan dan kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin selama ini dalam mendukung terwujudnya Kota Sehat. Menurutnya, capaian Kota Mojokerto dalam program ini tidak lepas dari sinergi pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga media.

“Terima kasih atas kekompakan semuanya. Keterlibatan stakeholder dan masyarakat dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, sangat kami apresiasi,” tuturnya.

Pada tahun 2023 lalu, Kota Mojokerto berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan RI dengan memenuhi 9 tatanan Kota Sehat.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

Tahun ini, Pemkot Mojokerto kembali bersiap untuk mengikuti penilaian dengan 9 tatanan dan 146 indikator. Ning Ita pun optimis, dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, Kota Mojokerto bisa meraih predikat tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara.

“Semoga tahun ini kita bisa meraih Swasti Saba Wistara,” harapnya. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru