Pemkab Situbondo Gencar Entaskan Kemiskinan Lewat Sekolah Rakyat dan DTSEN

surabayapagi.com
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam acara Koordinasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Pendopo Kabupaten Situbondo. SP/ STB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo memanfaatkan program Sekolah Rakyat dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku senang sekali saat pertama disampaikan soal Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam acara Koordinasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Pendopo Kabupaten Situbondo, kemarin.

Baca juga: Luncurkan Program SSN, Pemkab Pacitan Integrasikan Pembelajaran Madrasah Diniyah

"Data ini (DTSEN) membuat kebijakan lebih presisi, kami bisa tahu siapa yang miskin ekstrem, siapa yang perlu disekolahkan, siapa yang butuh intervensi, dan ini menjadi jurus pamungkas untuk mengatasi kemiskinan," jelas Bupati Rio, Minggu (20/04/2025).

Untuk mendukung program tersebut, Bupati Rio juga telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare untuk Sekolah Rakyat, juga tengah mempersiapkan penggunaan bangunan eksisting sebagai langkah awal.

Baca juga: Pasca Diterjang Banjir Bandang, Pemkab Situbondo Dirikan Dapur Umum

"Masyarakat desil 1 (miskin ekstrem) dan desil 2 (miskin) sangat membutuhkan sekolah ini, kami sudah siapkan lahannya, datanya, dan siswa-siswinya," ujarnya.

Dengan harapan besar agar Kabupaten Situbondo dapat menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 9 persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Sehingga, Situbondo optimistis mampu naik kelas menjadi daerah yang lebih inklusif dan mandiri serta sejahtera.

Baca juga: Diterjang Banjir dan Angin Kencang, BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Warga Terdampak

Pasalnya, Program Sekolah Rakyat menjadi harapan baru untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan, dan Sekolah Rakyat bukan hanya soal bangunan fisik, namun juga menjadi ruang lahirnya harapan baru.

"Di akhir masa jabatan saya nanti ingin meninggalkan warisan kebijakan yang tidak hanya memberi, tapi juga memberdayakan. Pengentasan kemiskinan itu ibarat pijat refleksi yang dipijat kakinya, tapi efeknya terasa ke seluruh tubuh," kata Bupati Rio. st-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru