Volvo Trucks Luncurkan Volvo FH Aero Electric BerJarak Tempuh 600 KM

surabayapagi.com
Volvo Trucks Luncurkan Volvo FH Aero Electric. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Seiring meningkatnya kebutuhan akan transportasi berkelanjutan, persaingan antar produsen global dalam mengembangkan truk listrik jarak jauh pun juga kian memanas. Namun kali ini, Volvo Trucks baru-baru ini berhasil mencuri perhatian lewat peluncuran FH Aero Electric—truk listrik semi jarak jauh

Volvo Trucks kini menjadi salah satu pemimpin dalam hal jangkauan. Pasalnya, model terbaru dari Volvo ini mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian daya, mengungguli pesaing utamanya, Mercedes-Benz eActros 600, yang meluncur pada 2023 dengan jangkauan 500 kilometer, Rabu (04/06/2025).

Baca juga: Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Peningkatan ini bukan hanya sekadar angka; ini menandai kemajuan nyata dalam upaya menjadikan truk listrik sebagai tulang punggung logistik masa depan. Truk ini juga sudah dirancang untuk kompatibel dengan sistem pengisian daya super cepat Megawatt Charging System (MCS) yang akan datang. 

Baca juga: Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Dengan sistem tersebut, baterai bisa diisi dari 20 hingga 80 persen hanya dalam waktu 40 menit berkat ditenagai delapan paket baterai berkapasitas total 780 kWh, serta mengadopsi teknologi driveline e-axle yang lebih ringkas.

Namun demikian, kemajuan teknologi belum sepenuhnya menjawab tantangan terbesar dalam adopsi truk listrik jarak jauh: infrastruktur pengisian daya. Meski teknologinya menjanjikan, penyebaran stasiun pengisian cepat masih belum merata. Saat ini, sebagian besar kemajuan baru terlihat di beberapa titik di Eropa dan Amerika Utara, setelah bertahun-tahun hanya berhenti di tahap rencana.

Baca juga: Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Meski begitu, perlombaan antar produsen mulai dari Volvo Trucks, Mercedes-Benz (Daimler Truck), Scania, hingga Tesla menunjukkan komitmen kuat industri menuju masa depan logistik yang lebih bersih. Jika mobil listrik penumpang butuh waktu bertahun-tahun untuk menikmati kemudahan lintas negara, maka jalan menuju ekosistem truk listrik mungkin akan lebih panjang, namun tak kalah penting. jk-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru