SURABAYA PAGI, Surabaya– Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) menggelar konferensi nasional setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Konferensi perdana ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025, bertempat di HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit, Surabaya.
Seluruh rangkaian acara disusun dan dilaksanakan secara mandiri oleh jajaran pengurus IPTPI, dimulai sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Baca juga: Pelatihan Model “Talking Together” di MINU Trate Putri Gresik
Berbeda dari forum akademik pada umumnya, konferensi ini melibatkan berbagai profesi dalam ranah teknologi pendidikan, tidak terbatas pada kalangan dosen saja.
“Anggota kami tidak hanya terdiri dari dosen, tetapi juga tenaga pendidik, guru, praktisi, hingga pengembang teknologi pembelajaran yang aktif di bidang teknologi pendidikan. IPTPI hadir untuk mendorong mutu pendidikan melalui pemanfaatan inovasi teknologi,” ujar Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., Ketua Umum IPTPI.
Ia menambahkan bahwa konferensi ini merupakan langkah awal bagi IPTPI untuk kembali aktif menyelenggarakan kegiatan berskala nasional setelah beberapa tahun tidak terlaksana.
Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) sendiri merupakan organisasi profesi yang berkomitmen terhadap pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Sejak didirikan pada 27 September 1987, IPTPI terus mendorong pemberdayaan para profesional teknologi pendidikan melalui berbagai pelatihan, seminar, dan penyediaan sumber daya yang relevan.
Pengembangan IPTPI turut didukung oleh konsorsium perguruan tinggi ternama di Indonesia, antara lain:
Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas PGRI Argopuro, Universitas Dr. Soetomo, Universitas PGRI Adi Buana, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Lambung Mangkurat.
Pemilihan tema "Bridging Human Intelligence with Artificial Intelligence" diangkat sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan oleh para pendidik maupun peserta didik.
Konferensi ini diikuti oleh 260 peserta dari berbagai profesi bidang teknologi Pendidikan, baik secara luring maupun daring dari seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga: Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNESA Medigitalisasi Perpustakaan SDN Romokalisari 2 Surabaya
“Saat ini anggota IPTPI berjumlah sekitar 500 orang. Untuk kegiatan konferensi ini, tercatat sebanyak 260 peserta turut berpartisipasi secara hybrid,” jelas Dr. Fajar Arianto, S.Pd., M.Pd., Sekretaris IPTPI.
Panitia konferensi juga mencatat bahwa sebanyak 470 anggota telah melakukan pendaftaran ulang melalui sistem keanggotaan IPTPI yang diperbarui.
Selain sesi seminar, konferensi ini turut dimeriahkan dengan penampilan sejumlah tarian tradisional khas Jawa yang disuguhkan sebagai hiburan dan selingan di tengah rangkaian acara mengingat konferensi pertama ini juga dilaksanakan di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Usai seminar, kegiatan berlanjut dengan sesi presentasi makalah dari para peserta, yang disampaikan baik secara luring maupun daring.
Baca juga: S2 Teknologi Pendidikan UNESA Dorong Guru Kuasai Teknologi Digital
Pemateri Hadir dari Lintas Lembaga Strategis
Kegiatan seminar terbagi dalam dua sesi, menghadirkan narasumber dari berbagai institusi strategis di bidang pendidikan dan teknologi pembelajaran, antara lain:
Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd., Kepala Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK)
Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemdikbudristek
Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Surabaya dan Sidoarjo
Dr. Henry Praherdhiono, S.Si., M.Pd., Pengurus Pusat IPTPI
Salah satu narasumber menyampaikan bahwa kolaborasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan perlu dimulai dari adanya inisiator serta perancangan proyek integratif yang terstruktur. Namun, untuk mewujudkannya, dibutuhkan dukungan sumber daya yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, sinergi dengan dunia usaha dan industri menjadi langkah strategis guna menjembatani keterbatasan anggaran sekaligus membuka peluang implementasi yang lebih luas dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.sb
Editor : Redaksi