Per 2025, Terget Investasi di Tulungagung Naik Rp545 Miliar

surabayapagi.com
Ilustrasi. Aktivitas perbelanjaan di Tulungagung sebagai penyumbang investor terbesar. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur kembali menorehkan tren positif degan menargetkan capaian investasi senilai Rp545 miliar sepanjang tahun 2025, naik dari

peningkatan target ini merupakan langkah optimistis berdasarkan performa investasi tahun lalu yang tercatat mencapai Rp541 miliar, melampaui target awal sebesar Rp510 miliar, menyusul tren positif realisasi investasi pada tahun 2024 yang melampaui ekspektasi.

Baca juga: Sebelum Lebaran 2026, Pemkab Tulungagung Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Rampung

"Capaian tahun 2024 yang menembus Rp541 miliar menjadi indikator bahwa iklim investasi di Tulungagung cukup kondusif dan menjanjikan. Maka dari itu, target 2025 kami tingkatkan menjadi Rp545 miliar,” jelas target sebelumnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung Fajar Widariyanto, Senin (14/07/2025).

Baca juga: Rehabilitasi Jembatan Junjung, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp7,5 Miliar dari APBD 2026

Meski demikian, Fajar mengakui bahwa dinamika investasi tidak sepenuhnya bisa diprediksi secara matematis. Salah satunya, faktor eksternal seperti fluktuasi inflasi, stabilitas politik nasional, serta situasi geopolitik global seperti konflik di Timur Tengah turut memengaruhi arus investasi ke daerah.

Sementara itu, beberapa sektor strategis yang menjadi kontributor utama investasi antara lain perikanan dan kelautan, pertanian dan peternakan, industri pengolahan, perdagangan, serta sektor pariwisata.
Guna mendukung peningkatan pelaporan realisasi investasi, DPMPTSP Tulungagung gencar melakukan sosialisasi dan pendampingan.

Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Atap Rumah Warga di Tulungagung Rusak

Kendati keterbatasan anggaran menyebabkan sebagian besar kegiatan dilakukan secara daring, upaya komunikasi tetap digencarkan secara personal kepada para investor.

"Kami terus mendorong pengusaha untuk aktif melaporkan investasinya. Meskipun sosialisasi kini lebih banyak dilakukan secara virtual, semangat pelayanan dan pengawasan tetap kami jaga," tandas Fajar. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru