Rehabilitasi Jembatan Junjung, Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp7,5 Miliar dari APBD 2026

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi Jembatan Junjung di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, yang mengalami kerusakan parah. SP/ TLG
Kondisi Jembatan Junjung di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, yang mengalami kerusakan parah. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka merehabilitasi jembatan Junjung di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang mengalami kerusakan lebih dari satu tahun sejak pertengahan Desember 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar dari Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Kerusakan juga terjadi pada bagian tengah yang patah akibat amblesnya fondasi  lantaran tergerus aliran sungai deras yang membawa material eceng gondok dan sampah alam. Kondisi tersebut menyebabkan lantai bagian tengah jembatan ambles dan nyaris terputus.

Dan untuk pembangunan Jembatan Junjung tidak lagi menggunakan pilar fondasi di dasar sungai, melainkan memakai konstruksi balok gerber yang bertumpu pada kedua sisi sungai untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan struktur.

"Anggaran itu merupakan bagian dari total anggaran pembangunan infrastruktur Kabupaten Tulungagung tahun ini sekitar Rp300 miliar. Dan untuk konstruksi jembatan akan diubah total. Fondasi balok gerber dinilai lebih kuat karena tidak berada di alur sungai," jelas Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Ahmad Rifa’i Sodik, Selasa (20/01/2026).

Sementara itu, saat ini untuk tahapan perbaikan jembatan masih dalam proses pengadaan. Pekerjaan fisik direncanakan mulai dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Sehingga, Pemkab Tulungagung sempat merencanakan perbaikan jembatan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur dengan konstruksi jembatan bailey. Namun rencana itu batal akibat refocusing anggaran.

Sedangkan terkait wacana pendanaan gabungan dari APBD dan APBN melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga belum terealisasi. Dan pada 2026, perbaikan Jembatan Junjung dipastikan menggunakan APBD Kabupaten Tulungagung secara penuh. tl-02/dsy

Berita Terbaru

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kemenangan emosional Argentina, dirayakan secara masif di ibu kota Buenos Aires, karena dianggap sebagai pembalasan yang lebih dari sekadar…

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina akan diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB akan datang.…

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Inggris melawan Perancis di Miami Stadium, Florida, pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat…

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

SURABAYAPAGI.com – POLISI atau oknum yang mencoba merekayasa perkara sering melupakan agamanya. Ini terkait manipulasi bukti, alibi palsu, atau skenario yang d…

Proyek LNG Masela dikembangkan Perusahaan Migas Jepang

Proyek LNG Masela dikembangkan Perusahaan Migas Jepang

Jumat, 17 Jul 2026 01:07 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:07 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan proyek migas Abadi Masela sudah ditunggu-tunggu bangsa Indonesia. Pengembangan lapangan migas raksasa d…

Mendagri Akui Kepala Daerah Suka Akali Pengawasan

Mendagri Akui Kepala Daerah Suka Akali Pengawasan

Jumat, 17 Jul 2026 01:04 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan perlu ada sistem pengawasan masalah keuangan. “Nah jadi yang kita bisa lakukan a…