Pengadaan Seragam Gratis di Jombang Masuk Tahap Pengukuran dan Penjahitan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Seragam sekolah di Jombang masuk tahap penjahitan. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pengadaan seragam gratis siswa baru jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Jombang kini mulai masuk tahap pengukuran dan penjahitan.

Ditargetkan seluruh seragam tuntas dan dibagikan kepada seluruh siswa September mendatang.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Jombang Supradigdo, menyampaikan telah melakukan monitoring dan evaluasi pada Kamis (17/07/2025).

Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani

”Kamis saya panggil untuk memberikan klarifikasi, untuk pengadaan kain sudah selesai, sekarang masuk dalam tahap pengukuran dan penjahitan,” ujar Supradigdo, Selasa (22/07/2025).

Monev dilakukan karena pengadaan seragam gratis masuk dalam 12 paket proyek strategis daerah (PSD) 2025. Apalagi, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait progres pengadaan seragam gratis tersebut sejak awal.

Ia menyampaikan, pengukuran dan penjahitan baru dilakukan setelah murid masuk sekolah. Sebab SPMB sendiri baru tuntas pada 8 Juli, satu minggu sebelum siswa masuk sekolah.

Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025

”Pengukuran dan penjahitan kan baru dilakukan setelah ada siswanya, siswa baru masuk satu minggu ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rhendra Kusuma, PPK Program Seragam Gratis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengatakan, jika penjahitan kain seragam ditargetkan tuntas pada bulan September.

”Ya paling akhir september lah,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Jombang Anggarkan Rp96 Miliar, Fokuskan Perbaikan Jalan 2026

Koordinator penjahit diberikan waktu selama dua bulan untuk menuntaskan pekerjaan itu. Jika tidak bisa menuntaskan dalam waktu dua bulan, maka akan dikenakan denda pada setiap baju yang belum tuntas dikerjakan.

”Kita gunakan sistem wanprestasi, jika kontrak 60 hari, tapi 60 hari itu tidak selesai, kita denda sesuai dengan jumlah yang tidak selesai,” pungkasnya. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru