Madiun Dilanda Kekeringan, Waduk Menyusut hingga 35 Persen

surabayapagi.com
Waduk Dawuhan yang berada di Desa Plumpungrejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyusut 35 persen. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Bencana kekeringan mulai melanda Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dampaknya satu waduk yang berada di Desa Plumpungrejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur langsung menyusut 35 persen.

Petugas Operasional Waduk Dawuhan, Agung Wirasat menyatakan saat ini penyusutan volume air waduk mencapai 35 persen.

“Air yang tersisa saat ini sebanyak 65 persen atau sekitar 2,1 juta meter kubik. Sedangkan kapasitas waduk ini normalnya mencapai 3,9 juta meter kubik,” kata Agung, Selasa (22/07/2025).

Agung mengatakan kendati menyusut 35 persen, ketersediaan air di waduk masih dapat mencukupi ribuan hektare lahan pertanian di tiga kecamatan sampai penghujung kemarau.

“Waduk Dawuhan mengairi lahan pertanian sekitar 1.273 hektare di Kecamatan Wonoasri, Balerejo dan Madiun. Untuk ketersediaan air saat ini masih sangat cukup untuk irigasi pertanian,” jelas Agung.

Meski mengalami penyusutan diawal musim kemarau ini, Agung menyatakan penyusutan air tergolong lebih lambat dibanding musim kemarau tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terjadi karena adanya fenomena musim kemarau basah.

Sementara itu Aminudin, seorang petani di Kecamatan Wonoasri mengaku lega meski air waduk sudah menyusut 35 persen tetapi masih bisa mengairi sawahnya. Pasalnya sawahnya hanya mengandalkan hujan dan air dari Waduk Dawuhan.

“Saat ini kami masih bisa menyedot air waduk menggunakan mesin penyedot air. Dan air waduk masih tergolong banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani untuk menanam padi,” ujar dia. md-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru